ADA PUJIAN SEBELUM DOA

  • akhwat
  • Monday 21 September 2015
  • Uncategorized
  • 0

Semakin sempurna adab berdoa, semakin mudah dan besar peluang
sebuah do’a untuk diijabahi. Di antara adab-adab yang perlu diperhatikan dalam berdoa adalah memuji Allah sebelum berdo’a dengan pujian-pujian yang layak dan sesuai keagungan-Nya.
TELADAN PARA NABI

Dahulu para nabi dan Rasul apabila ingin berdo’a bersegera memuji Allah dan mengangkat kedua tangannya serta menampakkan kerendahan dan kefakirannya dihadapan Allah. Tidak lupa juga mereka menyertakan taubat dan kekhususan dalam berdo’a, sehingga Allah mengabulkan seluruh permohonannya, Lihat saja do’a nabi Ibrahim yang Allah  beritakan dalam firman-Nya,

“(yaitu Rabb) Yang telah menciptakan aku, maka DiaIah yang men unjuki aku, dan Rabbku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat. (Ibrahim berdo’a):”Ya Rabbku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.” (Asy-Syu‘ara: 78- 87)

Juga nabi Yunus ketika berada di dalam perut ikan paus berdo’a, “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus) ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap: “Bahwa tak ada ilah (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. (Al-Anbiya’: 87)

 

DOA DI BAWAH AL ARSY

Demikian juga Rasulullah ketika beliau berdiri di alam mahsyar di hadapan Rabbnya untuk memberikan syafa’at dipercepat perhitungan para hamba, sebagaimana dikisahkan dalam hadits panjang tentang syafaat Rasulullah di Hari Kiamat, kemudian manusia mendatangi Nabi Muhammad dan berkata,

“Wahal Muhammad! Engkau adalah Rasulullah dan penutup para nabi, Allah telah mengampuni semua dosamu baik yang telah lalu atau yang akan datang, mintakanlah syafaat untuk kami kepada Rabbmu? Tidakkah engkau telah melihat keadaan kami dan yang menimpa kami? Lalu aku pergi dan datang dibawah Al ‘Arsy, lalu aku bersujud kepada Rabbku kemudian Allah mengaruniaiku berupa sanjungan dan pujian-pujian baik yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelumku. Kemudian diseru: “Wahai Muhammad! Bangunlah, mintalah pasti diberi dan mintalah syafa’at pasti dikabulkan syafaatnya. Lalu aku bangkit dan berkata: Umatku wahai Rabbku! Umatku Wahai Rabbku! Lalu dijawab: Wahai Muhammad! Masukkanlah dari umatmu orang yang tidak dihisab dari pintu Al Aiman (paling kanan) dan pintu-pintu surga dan mereka berserikat dengan manusia pada selain pintu itu. Kemudian beliau bersabda: Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya! Sungguh jarak antara dua pintu (yang ada daun pintunya) dan pintu-pintu surga seperti antara Makkah dengan Hajar atau seperti antara Makkah dengan Bushra. (Riwayat A1-Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu Fudhalah bin ‘Ubaid menceritakan,

‘Ketika Rasulullah duduk-duduk sekonyang-konyang masuk seorang laki-laki lalu shalat. Kemudian berkata, ‘Ya Allah ampunilah aku dan rahmatilah aku! Rasulullah berkata, ‘Kamu telah tergesa-gesa wahai orang yang shalat. Apabila kamu shalat lalu duduk maka pujilah Allah dengan yang sepantasnya dan bershalawatlah untukku kemudian berdoalah. Kemudian ada seorang lagi yang shalat setelah itu lalu memuji Allah dan bershalawat untuk Nabi. Maka Nabi bersabda, Wahai orang yang shalat berdo’alah niscaya dikabulkan. (Riwayat At-tirmidzi dan Abu Daud dan dinilai Shahih oleh Syeikh al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ no. 3988)

Marilah kita perhatikan adab ini, mudah-mudahan doa kita selalu diijabahi.
Sumber : Elfata, edisi 08 volume 08 tahun 2008

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *