ADAB-ADAB KOMUNIKASI LEWAT  TELEPON

  • akhwat
  • Friday 25 September 2015
  • Uncategorized
  • 0
  1. Mengecek kebenaran nomor yang Anda tuju sebelum menelepon sehingga Anda tidak membuat orang lain bangun dari tidurnya, atau mengganggu orang yang sedang sakit, atau menyibukkan orang lain (karena telepon Anda yang salah sambung).
  2. Memilih waktu yang tepat untuk menghubungi, karena setiap orang memiliki kesibukan dan hajat kebutuhan masing-masing, dan mereka juga memiiki waktu tidur, waktu istirahat, dan waktu makan.
  3. Tidak berpanjang lebar dalam pembicaraan yang tidak ada tujuannya, karena khawatir orang yang dihubungi sedang dalam keadaan sibuk dengan suatu pekerjaan penting, atau sedang ada janji penting (yang harus segera dipenuhinya).
  4. Hendaklah seorang wanita tidak tunduk (dengan melembutkan suara) ketika berbicara melalui telepon, dan tidak membiarkan dirinya berbicara bebas dengan laki-laki lain; berdasarkan Firman Allah,

“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (A1-Ahzab: 32).

  1. Orang yang menelepon hendaklah memulai dengan mengucapkan salam, karena orang yang meneleponlah yang statusnya sebagai orang yang datang, dan begitu pula hendaklah dia menyudahi pembicaaraannya dengan salam.
  2. Tidak menggunakan telepon orang lain, kecuali setelah meminta izin terlebih dahulu, dan hendaklah dalam hal itu dia benar-benar (dalam keadaan) membutuhkannya.
  3. Tidak merekam pembicaraan orang lain tanpa seizinnya, atau tanpa sepengetahuannya, apa pun isi pembicaraannya tersebut; karena ini merupakan suatu bentuk pengkhianatan dan menyebarkan rahasia orang. Apabila Anda menyebarkan omongan orang lain, maka itu adalah lebih dari sekedar mengkhianati dan mencampakkan amanat. Dan dianalogikan dalam kategori ini adalah menguping pembicaraan orang lain dan apa yang sedang terjadi di antara mereka, maka ini termasuk hal yang diharamkan dan tidak diperbolehkan.
  4. Tidak menggunakan telepon untuk tujuan-tujuan yang bertentangan dengan tujuan telepon; karena telepon adalah di antara nikmat yang Allah berikan kepada kita untuk memenuhi kebutuhan kita, maka bukanlah suatu adab jika kita menjadikannya sebagai ancaman buruk dengan menggunakannya untuk mencari-cari aib kaum Muslimin, melecehkan kehormatan mereka, dan menyeret kaum perempuan mereka secara bertahap kepada perbuatan-perbuatan hina, maka itu semua adalah haram dan para pelakunya sangat pantas menerima hukuman.

 

Sumber: Adab & Akhlak Islami berdasarakan Al-Quran dan As-sunnah oleh Majid Sa’ud Al-Ausyan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *