Apa itu Aqidah

bismillah

 

Assalamu Alaykum wa rahmatullah wa barakatuh.

Segala puji bagi Allah atas rahmat,karunia,serta hidayahnya sehingga kita masih sempat menjalani kehidupan kita hingga saat ini serta nikmat iman dan islam yang masih kita peroleh hingga sekarang.

Sholawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam yang telah bersusah payah menjadi jembatan penyambung nikmat islam yang diturunkan oleh Allah subhanah wa ta’ala hingga sampai ke ummat islam saat ini.

Sahabat ,dalam kesempatan kali ini kami ingin membahas tentang aqidah. Mungkin dari kita masih kurang paham betul apa sih yang dimaksud aidah itu.  Menurut M. Hasbi Ash Shiddi, aqidah menurut ketentuan bahasa ialah sesuatu yang dipegang  teguh dan terhunjam kuat di dalam lubuk jiwa dan tak dapat beralih dari padanya. Menurut Syaikh Mahmoud Syaltout,awidah adalah segi teoritis yang dituntut pertama-tama dan terdahulu dari segala sesuatu untuk dipercayai dengan suatu keimanan yang tidak boleh syakwasangka dan tidak dipengaruhi oleh keragu-raguan.

Dengan kata lain aidah adalah keyakinan dalam hati dan jiwa kita akan sesuatu hal yang membenarkan keesaan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa didasari oleh keimanan tanpa keraguan di dalam hati. Dasar dari aqidah ummat muslim ialah Al-qur’an dan sunnah-sunnah nabi Muhammad shollallahu alaihi wa sallam. Jika ada perkara di luar dari keduanya maka kita perlu mengkajinya sesuai dari pandangan para ulama agar kita tidak asal tafsir.

Dalam islam,kita mengenal rukun islam dan rukun iman. Rukun islam adalah syarat-syarat seseorang dikatakan sebagai muslim secara sah. Ada pun rukun-rukun islam ialah:

  1. Mengucapkan dua kalimat syahadat

persaksian bahwa tiada Tuhan yang pantas disembah kecuali Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad shollallahu alaihi wa sallam adalah seorang utusan Allah.

 

  1. Mendirikan sholat

Ada pun sholat yang dimaksud ialah sholat fardhu yang wajib dilakukan oleh setiap muslim (subuh,dzuhur ,azhar,magrib,dan isya)

 

  1. Membayar Zakat

Yaitu zakat yang diwajibkan seperti zakat fitrah

 

  1. Berpuasa pada bulan Ramadhan

Berpuasa ialah ibadah dengan menahan lapar dan dahaga serta menahan hawa nafsu dari segala yang membatalkannya yang diwajibkan  pada bulan Ramadhan.

 

  1. Naik haji bagi yang mampu

Naik haji adalah ibadah yang diwajibkan kepada seorang muslim jika mampu dalam segi materi,fisik,dan mental.

 

 

 

Ada pun rukun iman terdiri dari 6 rukun,yaitu:

  1. Iman kepada Allah subhana wa ta ala
  2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
  3. Iman kepada kitab-kitab Allah (Zabur,Taurat,Injil,dan Al-Qur’an)
  4. Iman kepada nabi dan rasul
  5. Iman kepada hari akhir
  6. Iman kepada qadha dan qadhar

Rukun islam dan iman adalah hal dasar atau fundemental dalam aqidah umat muslim di mana kita harus memenuhi dan meyakininya sebagai seorang muslim yang beriman dan bertaqwa.

Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah Shollallahu alaihi wa sallam:

“Dari Umar Bin Al-Khattab rhodiyallahu anhu,dia berkata :”Ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah pada suatu hari ,tiba-tiba tampak di hadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih,berambut sangat hitam,tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Lalu,ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah dan meletakkan tangannya di atas paha  Rasulullah,selanjutnya ia berkata: “ Hai,Muhammad,beritahukan kepadaku tentang Islam.” Rasulullah menjawab,”Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya  Muhammad itu utusan Allah,engkau mendirikan sholat,mengeluarkan zakat,berpuasa pada bulan Ramadhan,dan mengerjakan haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.” Orang itu berkata,”Engkau benar.” Kami pun heran,ia bertanya lalu membenarkannya. Orang itu berkata lagi,”Beritahukan aku tentang iman.” Rasulullah menjawab,”Engkau beriman kepada Allah,kepada  para malaikat-Nya,kepada kitab-kitab-Nya,kepada utusan-utusan-Nya,kepada  hari kiamat,dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Orang itu berkata lagi,”engkau benar.” Lalu ia berkata: “Apakah ihsan itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kamu menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu”. (Jibril ‘Alaihis salam) berkata lagi: “Kapan terjadinya hari kiamat?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Yang ditanya tentang itu tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi aku akan terangkan tanda-tandanya; (yaitu); jika seorang budak telah melahirkan tuannya, jika para penggembala unta yang berkulit hitam berlomba-lomba membangun gedung-gedung selama lima masa, yang tidak diketahui lamanya kecuali oleh Allah”. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca: “Sesungguhnya hanya pada Allah pengetahuan tentang hari kiamat” (QS. Luqman: 34). Setelah itu Jibril ‘Alaihis salam pergi, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata; “hadapkan dia ke sini.” Tetapi para sahabat tidak melihat sesuatupun, maka Nabi bersabda; “Dia adalah Malaikat Jibril datang kepada manusia untuk mengajarkan agama mereka.” Abu Abdullah berkata: “Semua hal yang diterangkan Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dijadikan sebagai iman. (HR Muslim no.8)

 

Jadi, sekian pembahasan kali ini sahabat,insha Allah kami akan melanjutkannya di lain kesempatan. Semoga kita senantiasa diberi kesehatan untuk selalu meningkatkan pengetahuan kita tentang islam agar kita tidak menyimpang dari aqidah islam yang sebenarnya. Sekian,Syukron wa jazakumullah khoiran katsiran.

Wassalamu alaykum wa rahmatullah wa barakatuh

 

  • Ikhwa Kamupi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *