Berbahagialah Dikau Yang Berjumpa Dengannya

  • akhwat
  • Tuesday 31 May 2016
  • Adab
  • 0

Puji syukur hanya kepada Allah subhanahu wa Ta’ala. Dialah satu-satunya Dzat yang berhak menerima segala pujian dan ungkapan syukur. Karunia dan rahmat-Nya telah banyak kita nikmati, hidayah dan inayah-Nya telah banyak kita rasakan. Kesyukuran hakiki hanya dapat diwujudkan dalam bentuk kesiapan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Tanpa itu maka kita termasuk orang-orang yang ingkar nikmat.
Salam dan shalawat kita sampaikan dan kirimkan kepada Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah memperjuangkan agama Islam diwaktu siang dan malam, dikala sempit dan lapang. Beliau mendakwahkan Islam tanpa mengenal ruang dan waktu.

Bertemu dengan bulan Ramadhan adalah suatu nikmat yang patut kita syukuri, sebab didalamnya ada begitu banyak berkah yang dapat kita petik dan jika kita mampu memanfaatkan bulan yang agung ini untuk beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya. Terdapat beberapa manfaat yang akan kita dapatkan seperti kesabaran baik dalam melakukan ketaatan kepada Allah, menjauhi kemaksiatan maupun didalam menghadapi takdir yang telah Allah subhanahu wa Ta’ala berikan.

Ramadhan Adalah Bulan Kesabaran
Sesungguhnya kesabaran adalah asas yang terbesar bagi setiap akhlak yang indah dan bagi upaya menghindari akhlak yang hina. Dan sabar itu adalah menahan diri dari perkara yang tidak disukai oleh hawa nafsu dan menyelisihi seleranya, dalam rangka meraih ridho Allah subhanahu wa Ta’ala dan pahalanya.
Termasuk cakupan kesabaran adalah sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah subhanahu wa Ta’ala, dalam menghindari maksiat kepada-Nya dan dalam menghadapi takdir Allah yang berat (yang dirasakan oleh seorang hamba). Ketiga hal ini -yang mengumpulkan seluruh ajaran agama Islam ini tidaklah bisa terlaksana kecuali dengan kesabaran.

  1. Ketaatan-ketaatan khususnya yang berat, seperti jihad di jalan Allah, ibadah yang kontinyu, seperti menuntut ilmu dan terus menerus berucap dan berperilaku yang bermanfaat, semua itu tidaklah bisa terlaksana kecuali dengan kesabaran melakukannya dan melatih diri untuk terus menerus, senantiasa melakukannya dan membiasakan diri dengannya. Jika melemah kesabaran, melemah pula amalan-amalan sholeh ini, bahkan bisa jadi berhenti dilakukan.
  2. Dan demikian pula menahan diri dari melakukan kemaksiatan-kemaksiatan khususnya kemaksiatan yang hawa nafsu berselera tinggi terhadapnya tidaklah bisa meninggalkannya kecuali dengan kesabaran dan berusaha untuk sabar dalam melawan hawa nafsu.
  3. Demikian pula musibah-musibah, ketika menimpa seorang hamba, sedangkan ia hendak menghadapinya dengan ridho, syukur dan memuji Allah subhanahu wa Ta’ala atas anugerah musibah tersebut, tidaklah bisa muncul sikap-sikap terpuji ini kecuali dengan sabar dan mengharap pahala Allah.

        Kapanpun seorang hamba melatih diri untuk sabar dan mempersiapkan diri untuk tahan di dalam merasakan berat dan sulitnya hal itu, bersungguh-sungguh dan berjuang untuk menyempurnakan sikap-sikap tersebut, maka akibatnya adalah keberuntungan dan kesuksesan.
Dan tidaklah seseorang bersungguh-sungguh dalam mencari sesuatu dan diiringi dengan kesabaran melainkan ia akan membawa kemenangan, namun orang yang bersungguh-sungguh seperti ini jumlahnya sedikit.
Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah madrasah yang agung dan bangunan (keimanan) yang tinggi, yang para hamba mengambil darinya banyak ibroh dan pelajaran bermanfaat yang mendidik jiwa dan meluruskannya pada bulan Ramadhan ini dan di sisa umurnya. Dan salah satu (pelajaran besar) yang diambil oleh orang-orang yang berpuasa di bulan yang agung dan musim yang diberkahi ini adalah membiasakan diri dan membawanya kepada kesabaran, oleh karena itu , terdapat dalam beberapa Hadits, (bahwa) Rasulullah yang sangat penyayang shallallahu ‘alaihi wa sallam mensifati bulan Ramadhan dengan “bulan kesabaran.”

Dalam firman Allah subhanahu wa Ta’ala di sebutkan pula bahwa:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ

Artinya: “Bulan Ramadhan yang di dalamnya mulai diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata yang menunjuk kepada kebenaran, yang membedakan antara yang haq dan yang bathil.” (QS Al-Baqarah: 185).

Hadits Tentang Bulan Ramadhan Adalah Bulan Kesabaran
Sesungguhnya pada bulan Ramadhan adalah madrasah yang agung dan bangunan (keimanan) yang tinggi, yang para hamba mengambil darinya banyak ibroh dan pelajaran bermanfaat yang mendidik jiwa dan meluruskannya pada bulan Ramadhan ini dan di sisa umurnya. Dan salah satu (pelajaran besar) yang diambil oleh orang-orang yang berpuasa di bulan yang agung dan musim yang diberkahi ini adalah membiasakan diri dan membawanya kepada kesabaran, oleh karena itu, terdapat dalam beberapa Hadits, (bahwa) Rasulullah yang sangat penyayang shallallahu ‘alaihi wa sallam-mensifati bulan Ramadhan dengan “bulan kesabaran.”
Diantaranya adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim dari Hadits Abu Qotadah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ))

“Puasa bulan kesabaran dan puasa tiga hari di setiap bulan adalah puasa sepanjang tahun”.[3]

وأخرج الإمام أحمد عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنِ الْأَعْرَابِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وذكر

((الحديث أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ يُذْهِبْنَ وَحَرَ الصَّدْرِ ))
Dan Imam Ahmad meriwayatkan dari Yazid bin Abdullah bin Asy-Syikhkhir, dari Al-A’rabii berkata saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dan beliau menyebutkan Hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
(( صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ يُذْهِبْنَ وَحَرَ الصَّدْرِ ))

“Puasa bulan Kesabaran dan puasa tiga hari di setiap bulan menghilangkan wahar[4] dada”.[5]
An-Nasa`i meriwayatkan dari Al-Bahili radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((صمْ شهرَ الصبرِ وثلاثةَ أيامٍ من كلِّ شهر…))

“Puasa bulan Kesabaran dan puasa tiga hari di setiap bulan…” [6]

       Dalam ketiga Hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mensifati bulan Ramadhan sebagai bulan kesabaran, hal itu dikarenakan terkumpul dalam bulan Ramadhan seluruh jenis kesabaran; sabar melaksanakan ketaatan kepada Allah, sabar meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya dan sabar dalam menghadapi takdir Allah yang berat (yang dirasakan oleh seorang hamba).

Keutamaan di Bulan Ramadhan:

  1. Didalam bulan Ramadhan terdapat ibadah puasa, shalat Tarawih, membaca Al-Qur’an, kebaikan, Ihsan, dermawan, memberi makan, dzikir, do’a, taubat, istighfar dan selainnya dari berbagai macam ketaatan-ketaatan, dan (semua) ini membutuhkan kesabaran, agar seseorang bisa melakukannya dalam bentuk yang paling sempurna dan paling utama.
  2. Didalam bulan Ramadhan terdapat sikap menahan lisan dari dusta, menipu, melakukan perbuatan sia-sia, mencela, mencerca, teriak, debat, menggunjing, mengadu domba, mencegah anggota tubuh lainnya dari melakukan seluruh kemaksiatan, dan (semua) ini (tertuntut) di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan. Sedangkan menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan ini membutuhkan  kesabaran, sehingga seorang hamba sanggup menjaga dirinya agar tidak terjatuh kedalamnya.
  3. Didalam bulan Ramadhan terdapat sikap meninggalkan makan, minum dan  semua yang terkait dengannya, sedangkan nafsunya menginginkannya. Demikian pula menahan diri dari apa yang Allah subhanahu wa Ta’ala bolehkan berupa mengikuti syahwat (yang halal) dan kelezatan (yang mubah).

       Demikianlah pembahasan materi kita kali ini, semoga ada manfaat yang kita dapatkan. Semoga kita senantiasa berusaha dan berdo’a kepada Allah subhanahu wa Ta’ala agar dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan, dan berbahagialah kita yang berjumpa dengannya.
Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *