Berharap pada manusia itu sering melelahkan, Tapi tidak dengan Allah

Assalamu’alaaikum sobat 🙂

Dikisahkan seorang Bapak dan putranya pergi jalan-jalan keluar masuk perkampungan dengan seekor keledainya. Ketika lewat di kampung pertama. Si Bapak menaiki keledai dan Si anak berjalan kaki. Maka orang-orang pun berkomentar, Ini bapak gak sayang anaknya dia naik keledai dan anak kecil disuruh jalan kaki. Memasuki kampung kedua, giliran Si Anak yg naik keledai dan Si Bapak yg jalan kaki. Maka orang-orang pun berkomentar, ini anak gak berbakti kpd orang tuanya, bapaknya disuruh jalan kaki dan dia enak2an naik keledai.

Memasuki kampung ketiga, mereka berdua naik keledai berboncengan. Maka orang-rangpun berkomentar, bapak dan anak sama tidak kasihan pada binatang. Keledai kecil dinaiki 2 orang. Memasuki kampung ke empat. Si Bapak dan Anak tidak ada yg menaiki keledai, mereka jalan kaki semua. Maka orang-orang pun berkomentar, ini orang bodoh semua ada keledainya tapi tidak di manfaatkan.

Maka saat itu si bapak berkata pada anaknya,

رضا الناس غاية لا تدرك

“Keridhoan manusia adalah adalah cita yg sulit engkau dapatkan..”

Sampai disinilah kalimat hikmah ini sering dinukil. Padahal ungkapan ini mengandung makna yang sangat luar biasa bila kita pahami kalimat berikutnya.

رضا الناس غاية لا تدرك ورضا الله غاية لا تترك ، فاترك ما لا يدرك ، وأدرك ما لا يترك

“Ridho manusia adalah cita yang tak bisa diraih, sedangkan ridho Allah adalah sesuatu yang tak sepatutnya ditinggal. Oleh karena itu, tinggalkanlah apa yang tidak mampu diraih, dan raihlah apa yang tak sepatutnya ditinggal..”

Berharap pada manusia itu sering melelahkan. Bila engkau memiliki 99 kebaikan dan satu keburukan, maka mereka sering mencelamu karena satu kesalahan itu dan melupakan 99 kebaikanmu yg lain. Begitulah laku kebanyakan manusia… Tapi tidak dengan Allah.. Bila engkau memiliki 99 keburukan dan satu 1 kebaikan, maka Allah akan mengampuni kesalahan2mu karena satu kebaikan itu berkat kemurahan-Nya.

Allah berfirman, “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat..” (QS. Huud:114)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..” (QS. Az Zumar:53) Begitulah kasih Allah.. So.. Mengapa engkau sibuk mencari simpati manusia lalu menjauh dari Allah.. Oleh Reky Abu Musa, Lc

Sumber Tulisan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *