DOA AGAR DIAMPUNI DAN DIRAHMATI ALLAH

  • akhwat
  • Thursday 27 August 2015
  • Uncategorized
  • 0

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara-saudariku fillah…..

Setiap hamba pernah terjerumus dalam dosa bahkan juga dosa besar. Seperti halnya seseorang pernah melakukan zina, membunuh orang lain, pernah meneguk arak (khomr), atau seringnya meninggalkan shalat lima waktu padahal meninggalkan satu shalat saja termasuk dosa besar berdasarkan kesepakatan para ulama. Inilah dosa besar yang mungkin saja di antara kita pernah terjerumus di dalamnya. Lalu masihkah terbuka pintu taubat? Tentu saja pintu taubat masih terbuka karena sungguh ampunan Allah Subhanahu Wata’ala begitu luas.

Sebuah hadits yang patut jadi renungan, Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman yang artinya:

 ”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi no. 3540. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Saudara-saudariku fillah…..

Hukum bertaubat itu wajib bagi siapa saja yang pernah melakukan dosa. Dan bila dosa itu terkait hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala tanpa melibatkan hak sesama manusia, maka harus dipenuhi tiga syarat utama agar dosa itu bisa dihapuskan.

  1. Syarat Pertama

Berhenti dulu dari maksiat yang telah dilakukan. Taubat tidak akan dibukakan pintunya oleh Allah Subhanahu Wata’ala selama seorang yang taubat itu masih saja melakukan dosa yang sama.

  1. Syarat Kedua

Tidak cukup hanya sekedar berhenti dari maksiat tersbut, tetapi berhentinya itu harus diiringi juga dengan rasa sesal di dalam hati. Tanpa penyesalan yang mendalam di lubuk hati, taubat itu tidak akan ada artinya di sisi Allah Subhanhu Wata’ala.

  1. Syarat Ketiga

Tidak cukup hanya berhenti dan menyesal, pelakunya juga harus punya tekat sangat kuat di hati untuk tidak akan pernah kembali melakukannya sejak hari itu hingga selama-lamanya. Selama masih ada keinginan untuk kembali mengulanginya, taubat itu menjadi sirna dan sia-sia.

Itulah 3 syarat utama agar taubat itu bisa diterima Allah Subhanahu Wata’ala. Dan bila dosa itu terkait dengan dosa kepada sesama manusia, harus ditambah satu lagi, yaitu meminta maaf kepada orang tersebut.

Adapun doa agar diampuni dan dirahmati Allah, yaitu:

رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ….”

“…..rabbanaaa amanna faghfirlana warhamna wa anta khayrurrahimin”

Artinya:

‘… Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik.’’ (QS. AL- Mu’minun:109)

Saudara-saudariku fillah…..

Teruslah meminta ampunan kepada Allah Subhanahu Wata’ala semata, karena hanya Allah Subhanahu Wata’ala-Lah yang mampu memberi kita ampunan dan juga rahmat. Wallaahu A‘lam..

Sumber: Diambil dari Kitab Zaadul Abraar minal Ad’iyati wal Adzkaar, ditulis oleh Syaikh Hamam Muhammad Al-Jirf, diterbitkan oleh Pustaka Ibnu ‘Umar dengan judul buku Tuntunan Do’a Harian Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih .

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *