DOA MEMAKAI PAKAIAN

  • akhwat
  • Thursday 29 October 2015
  • Uncategorized
  • 0

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara-saudariku fillah…..

Terkadang seseorang beranggapan bahwa kita harus berpakaian sebagus dan sebaik mungkin agar berbeda dengan orang yang lain atau tampil beda, tidak peduli apakah hal itu melanggar syariat ataukah tidak. Sebagian yang lain justru sebaliknya. Mereka memandangnya sebelah mata dan tidak mau ambil pusing dengan penampilannya, sehingga terkadang berpakaian lusuh, kumal dan jauh dari kebersihan. Lebih parah lagi, sebagian orang tanpa rasa malu mengumbar auratnya kepada khayalak ramai. Naudzubillah … Summa naudzubillah

Saudara-saudariku fillah…..

Tentu semua ini adalah pendapat dan perbuatan yang keliru dan berlebihan bukan?. .. Nah, bagaimana sih aturan Islam dan adabnya dalam berpakaian?
Di dalam aturan islam, pakaian itu sebaiknya:
1. Pakaian menutup semua aurat.
Demikianlah, syariat Islam mendorong pemeluknya untuk senantiasa mengutamakan rasa malu pada setiap keadaan. Larangan untuk menampakkan aurat ini bersifat umum, namun ada orang-orang yang dikecualikan dalam larangan ini, seperti dalam hadist berikut ini yang artinya: “Jagalah auratmu kecuali kepada istri dan budakmu”.[H.R. Al Baihaqy dalam syu’abul iman dengan sanad hasan]
2. Mengenakan pakaian mulai dari kanan, melepasnya mulai dari kiri dan berdo’alah.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya: “….dan barang siapa yang memakai pakaian seraya mengucap : segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian dan memberikan rizki kepadaku dengannya tanpa ada daya dan upaya dariku, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.”[H.R. Ibnu Majah, hadist ini dihasankan oleh Al Albani dalam shahih sunan Abi Dawud dari sahabat Anas dari ayahnya].
3. Hindari pakaian haram.
a. Sutera
Bahan pakaian yang satu ini, adalah bahan yang sangat indah ketika menjadi suatu pakaian. Oleh karenanya, seringkali sutera menjadi perlambang kekayaan dan tingginya kedudukan bagi pemakainya. Namun kita mesti tahu bahwa sutera adalah bahan pakaian yang dilarang dipakai dalam Islam, utamanya bagi kaum laki-laki umat ini. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya, ”barangsiapa yang memakai sutera didunia maka ia tidak akan memakainya diakhirat…”[H.R. hadit ini shahih dishahihkan Al Albany dalam silsilah ahadist shahihah].
b. Muashfar
Muashfar adalah pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur, suatu jenis tumbuhan yang dipakai untuk mewarnai pakaian dan menjadikan warna pakaian menjadi kuning atau merah.
Larangan ini bukan mutlak untuk seluruh pakaian yang dicelup dengan bahan tertentu yang berwarna merah atau kuning, namun itu khusus bagi baju yang dicelup dengan bahan ini, sebab Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri pernah memakai pakaian yang berwarna merah dan shalat dengan memakainya [H.R. Al Bukhary dari shahabat ‘Aun Bin Abi Juhaifah dari bapaknya rahm].
c. Pakaian untuk ketenaran/kesombongan
Hendaknya diketahui, bahwa pakaian ketenaran bukan sekedar pakaian yang wah, yang membuat decak kagum karena mewah dan lain dari yang lain. Namun, masuk pula dalam makna pakaian ketenaran adalah seorang memakai pakaian yang acak-acakan, kumal dan sejenisnya, bertujuan supaya manusia menganggapnya zuhud atau yang semisal dengannya.
d. Pakaian dari kulit hewan buas
Pakaian yang terbuat dari kulit hewan ada yang dihalalkan oleh syariat dan ada pula yang tidak dihalalkan. Salah satu sebab dilarangnya kita memakai jenis yang tidak dihalalkan ini adalah karena adanya unsur najis.
e. Wahai wanita jangan memakai pakaian kaum laki–laki.

Adapun Adab-adab dalam berpakaian, yaitu:
1. Dimulai dengan membaca basmalah.
2. Berniat dalam rangka melaksanakan perintah Allah untuk menutup aurat
3. Berdoa
4. Memilih pakaian yang sederhana, tidak mewah tapi juga tidak buruk
5. Selalu menjaga kebersihan dan kesucian pakain
6. Memperbaiki pakaian jika terdapat lubang atau sobek
7. Hendaklah mendahulukan anggota bagian yang kanan
8. Mengibaskan pakaian sebelum memakainya agar bersih dari serangga yang membahayakan
9. Untuk laki-laki tidak menggunakan pakaian yang menyerupai perempuan dan sebaliknya, perempuan tidak memakai pakaian yang menyerupai laki-laki

Saudara-saudariku fillah…..

Tentunya segala sesuatu yang kita lakukan akan lebih bermanfaat jika diiringi dengan do’a, termasuk dalam berpakaian…..

Adapun doa ketika memakai pakaian, yaitu:
اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْألُكَ ِمنْ خَيْرِهِ َوخَيْرِ مَاهُوَلَهُ, َوأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَاهُوَ لَهُ
“Allahumma inni as-aluka min khoirihi wa khoiri ma huwa lahu, wa a’uzubika min syarrihi wa syarri ma huwa lahu”.
Artinya:
“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini dan dari kebaikan sesuatu yang di pakaian ini,
dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yang ada di pakaian ini”.
Saudara-saudariku fillah…..
Pakaian dikenakan oleh seorang muslim maupun muslimah sebagai ungkapan ketaatan dan ketundukan kepada Allah Subhanahu Wata’ala karena berpakaian bagi seorang muslim itu memiliki nilai ibadah. Sehingga dalam berpakaian, setiap ummat muslim pun diwajibkan mengikuti aturan yang ditetapkan Allah Subhanahu Wata’ala. Wallaahu A‘lam..

Sumber: Diambil dari Kitab Zaadul Abraar minal Ad’iyati wal Adzkaar, ditulis oleh Syaikh Hamam Muhammad Al-Jirf, diterbitkan oleh Pustaka Ibnu ‘Umar dengan judul buku Tuntunan Do’a Harian Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *