Etika Berdoa

  • admin
  • Monday 27 April 2015
  • Uncategorized
  • 0

Berdoa sangatlah penting bagi setiap muslim untuk mencapai tujuan yang diinginkan selain dengan cara usaha. Selain itu juga Allah. Berfirman dalam Al-Qur’an “Berdo’alah kepadaKu, niscaya aku akan mengabulkan do’a kalian.”

Banyak manusia yang memanjatkan doa kepada Allah, namun ada yang dikabulkan dan ada pula yang tidak. Bagi doanya yang tidak dikabulkan akan timbul pertanyaan “kenapa doaku tidak dikabulkan?” Dalam hal ini ada banyak hal yang membuat do’a tidak dikabulkan, bisa jadi karena do’a nya yang tidak baik, bisa jadi tidak yakin atau bahkan etika dalam berdoa tidak terpenuhi.

Adapun beberapa Etika Berdoa yang disebutkan dalam buku Lajnah Ilmiah Darul Wathan “Etika Seorang Muslim”.

1. Terlebih dahulu sebelum berdoa hendaknya memuji Allah kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendengar seorang laki-laki sedang berdoa di dalam shalatnya, namun ia tidak memuji Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “kamu telah tergesa-gesa wahai orang yang sedang shalat. Apabila kamu telah shalat, lalu kamu duduk, maka pujilah Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, dan bershalawatlah kepadaku, kemudian berdoalah.” (HR. at-Tirmidzi)

2. Mengakui dosa-dosa, mengakui kekurangan (keteledoran diri) dan merendahkan diri, khusyu’, penuh harapan dan rasa takut kepada Allah.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: ”sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera di dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya : 90)

3. Berwudhu sebelum berdoa, menghadap Kiblat dan mengangkat kedua tangan di saat berdoa.
Dari Abu Musa al-Asy’ari disebutkan bahwa setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selesai melakukan perang Hunain, “Beliau meminta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tangan beliau; hinggak aku melihat putih ketiak beliau.” (Muttafaq ‘alaih)

4. Bersungguh-sungguh (meminta dengan sangat) di dalam berdoa dan berbulat tekad di dalam memohon.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kamu berdoa kepada Allah, maka besungguh-sungguhlah di dalam berdoa, dan jangan ada seseorang dari kamu yang mengatakan, ‘Jika Engkau Menghendaki, maka berilah aku,’ karena sesungguhnya Allah itu tidak ada yang dapat memaksa-Nya.”
Dalam suatu riwayat disebutkan, “Akan tetapi hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam memohon dan membesarkan harapan, karena sesungguhnya Allah tidak merasa berat karena sesuatu yang Dia berikan.” (Muttafaq ‘alaih)

5. Menghindari doa keburukan terhadap diri sendiri, anak dan harta.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “janganlah sekali-kali kamu mendoakan keburukan dirimu, anak-anakmu dan hartamu , karena dikhawatirkan doamu bertepatan dengan waktu di mana Allah mengabulkan doamu.” (HR. Muslim)

6. Merendahkan suara di saat berdoa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai sekalian manusia, kasihanilah dirimu, sesungguhnya kamu tidak berdoa kepada yang tuli dan tidak pula ghaib, sesungguhnya kamu berdoa (memohon) kepada (Dzat) Yang Maha Mendengar lagi Mahadekat dan Dia selalu Menyertaimu.” (HR. al-Bukhari)

7. Berkonsentrasi di saat berdoa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berdoalah kamu kepada Allah sementara kamu dalam kondisi yakin (doamu) akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. at-Tirmidzi)

8. Tidak memaksakan diri bersajak dalam berdoa.
Dari Ibnu Abbas pernah berkata kepada ‘Ikrimah, ”Lihatlah sajak dari doamu, lalu hindarilah ia, karena sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya tidak melakukan hal tersebut.” (HR. al-Bukhari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *