Etika Ketika Menguap

  • akhwat
  • Tuesday 26 July 2016
  • Manhaj
  • 0

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah subhanahu wa Ta’ala yang memberikan seluruh nikmat-Nya didalam nafas kehidupan setiap makhluk-Nya. Dialah Allah subhanahu wa Ta’ala yang memberikan rahmat, ampunan, serta hidayah-Nya disetiap langkah kita. Dialah Allah subhanahu wa Ta’ala yang menghendaki atas segala sesuatu yang terjadi di seluruh jagad raya ini.

Shalawat serta salam tetap tercurah kepada junjungan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Nabi akhir zaman, beliau terpilih yang telah berjasa merubah peradaban umatnya dari zaman kebodohan kearah zaman yang lebih berkemanusiaan ini.

Islam adalah agama yang telah menjelaskan etika berbagai hal sampai-sampai dalam hal yang kecil dan sederhana, seperti dalam hal menguap. Ada etika yang Islam ajarkan dalam aktivitas tersebut. Etika yang Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita. Memperhatikan etika meskipun hal yang sangat kecil, ketika akhlak kita baik maka Allah subhanahu wa Ta’ala akan menyayangi kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Karenanya apabila salah seorang dari kalian bersin lalu dia memuji Allah, maka kewajiban atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mentasymitnya (mengucapkan yarhamukallah). Adapun menguap, maka dia tidaklah datang kecuali dari setan. Karenanya hendaklah menahan menguap semampunya. Jika dia sampai mengucapkan ‘haaah’, maka setan akan menertawainya.” (HR. Bukhari no. 6223 dan Muslim no. 2994)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا تَثَاوَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ

Artinya: “Jika kalian hendak menguap maka tutuplah mulut kalian dengan tangan karena saat itu setan hendak masuk.” (HR. Muslim no. 2995).

An-Nawawi radhiallahu ‘anhu mengatakan: “Menguap pada umumnya disertai dengan perasaan berat badan, penuh sesak, lemas, cenderung malas dan bersandar kepada setan. Karena setanlah yang menyerukan kepada syahwat. Maksudnya adalah memberikan peringatan agar menjauhi factor penyebab timbulnya gejala tersebut, yaitu terlalu banyak makan.” [Syarah Shahih Muslim, jilid 9,18/97].

Perintah peredam menguap dijelaskan didalam banyak hadits. Antara lain sebagai berikut:

“Dan apabila salah Seorang diantara kamu menguap maka hendaklah ia menolaknya semampunya dan janganlah dia mengucapkan aah aah. Karena apabila salah Seorang diantara kamu membuka mulutnya maka setan akan menertawakannya.” [HR. Ahmad, no. 9246].

Meredam menguap bisa dilakukan dengan cara menutup mulut dan menahannya agar tidak terbuka. Selain itu dengan cara menekan gigi ke bibir, dan dengan cara meletakkan tangan, kain atau lainnya pada mulut.

Sebagian orang sengaja membaca ta’awwudz (memohon perlindungan kepada Allah  subhanahu wa Ta’ala dari godaan setan) ketika menguap. Ini adalah kesalahan yang nyata, hal ini dapat kita lihat dari dua sisi :

Pertama, ini merupakan tindakan bid’ah yang dibuat sendiri berupa bacaan dzikir yang tidak pernah disyari’atkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua, ini berarti meninggalkan sunnah Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dianjurkan untuk dilakukan ketika menguap, yaitu menahannya semampunya dengan menggunakan kain bajunya,  tangannya ataupun dengan cara lainnya. Jadi, hendaknya setiap muslim memperhatikan hal ini.

Demikian pembahasan materi tentang Etika Ketika Menguap, semoga akhlak seperti ini dapat melekat di kepribadian kita, sebagaimana anjuran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memperhatikan etika ketika sedang menguap. Semoga Allah subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kita taufik dan hidayah-Nya kepada kita, Aamiin.

Wallahu’alam.

*********

Penulis: Fuad Abdul Aziz Asy-Syalhub

Muraja’ah : Akhwat Diklat Kamupi PNUP
Buku : Panduan Etika Muslim Sehari-hari

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *