Ikhlas dan Menghadirkan Niat dalam Perbuatan, Ucapan, dan Kondisi (2)

  • ikhwah
  • Saturday 29 October 2016
  • Hadist
  • 0

Hadits 2/2

      Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umbar ibnul Khaththab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’b bin Lauai in Ghalib al-Qurasy al-Adawi r.a., ia berkata

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْزُو جَيْشٌ الْكَعْبَةَ فَإِذَا كَانُوا بِبَيْدَاءَ مِنْ الْأَرْضِ يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ وَفِيهِمْ أَسْوَاقُهُمْ وَمَنْ لَيْسَ مِنْهُمْ قَالَ يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ ثُمَّ يُبْعَثُونَ عَلَى نِيَّاتِهِمْ

 ” Rasulullah saw. bersabda, Ada satu pasukan yang hendak ,menghancurkan Ka’bah. Setelah mereka berada di suatu padang pasir, maka mereka dibenamkan ke tanah dari yang pertama sampai terakhir dari mereka.” Aisyah bertanya, ” Ya Rasulullah, bagaimanakah semuanya dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, sedang di antara mereka itu ada para pedagang dan juga orang yang bukan termasuk golongan mereka?’ Rasulullah saw. menjawab ‘Ya, semuanya dibenamkan dari yang pertama sampai yang terakhir, kemudian nantinya itu mereka itu akan dibangkitkan dari kuburnya masing-masing sesuai niat-niatnya sendiri.” (Muttafaq ‘alaih, lafazh hadist milik Imam Bukhari)

Penjelasan Kata 

  1.  جَيْشٌ=  Pasukan. Allah Subhanahu Wata’ala paling mengetahui siapa dan kapam sekelompok pasukan itu datang. Hadist ini termasuk di antara berita gaib yang disampaikan oleh Rasulullah saw.
  2.  بِبَيْدَاءَ = Tanah Lapang. Adalah sinonim dari kata الْمَفَازَةَ (padang sahara yang tandus). Kata tersebut adalah bentuk jamak dari الْخَسَهفُ yaitu tanah yang licin dan tidak ditumbuhi sesuatu. Apakah lapang tersebut nama tempat yang ada di Mekah atau yang lain, dalam hal ini ada silang pendapat, dan Allah SWT Maha Mengetahui hal tersebut secara pasti.
  3.  الْخَسَفُ = Binasa. Maksudnya, dibinasakan di bumi.
  4.  أَسْوَاقُهُمْ = Para pedagang. Ada yang memaknai dengan “pengunjung pasar” seperti yang dipahami oleh Bukhari. Namun, ada pula yang mengartikannya dengan “rakyat kecil, bukan dari golongan penguasa atau pemerintah.”
  5.  ثُمّ يُبْعَثُوْنَ اِلى نِيّتِهِمْ = Kemudian mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat mereka masing-masing. Maksudnya, Allah SWT akan membangkitkan mereka dari kuburnya dan menghisabnya sesuai dengan niatnya ketika melakukan amal.

Mutiara-mutiara Hadits

  1.  Manusia akan dinilai amalnya sesuai dengan maksud tujuannya, baik atau buruk.
  2. Peringatan agar tidak bergaul bersama orang-orang yang suka berbuat zalim atau jahat.
  3. Anjuran untuk berteman dengan orang-orang yang selalu melakukan kebaikan.
  4. Informasi yang disampaikan Rasulullah saw. tentang hal-hal gaib yang wajib diimani sebagaimana adanya. Meyakini bahwa hal itu akan terjadi seperti yang diberitakan oleh Rasulullah saw. karena beliau tidak pernah berkata berdasarkan hawa nafsunya.

Sumber : Syarah Riyadhush Shalihin Imam an-Nawawi (Pensyarah : Dr.Musthafa Dib al-Bugha., dkk.) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *