Ikhlas dan Menghadirkan Niat dalam Perbuatan, Ucapan, dan Kondisi (3)

  • ikhwah
  • Saturday 5 November 2016
  • Hadist
  • 0

Hadist 3/3

Dari Aisyah r.a., ia berkata, Nabi saw. bersabda, 

  لاَ هِجْرةَ بَعْدَ الْفَتْحِ , وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ , وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ َفَانْفِرُوا

“Tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah, tetapi yang ada adalah jihad dan niat. Maka dari itu, apabila kalian diminta untuk berperang maka berangkatlah untuk berperang.” 

Penjelasan Kata

  1.  بَعْدَ الْفَتْحِ = Dibebaskannya kota Mekah. Maksudnya, setelah ditaklukkannya kota mekah. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun kedelapan Hijriah.
  2.  جِهَادٌ = Jihad, adalah berperang melawan orang-orang kafir dengan mengerahkan segala kemampuan dan kekuatan, baik dengan ucapan maupun perbuatan.
  3.  وَنِيَّةٌ = Memurnikan amal Perbuatan hanya untuk Allah SWT.
  4.  اسْتُنْفِرْتُمْ = Kamu sekalian dipanggil untuk berperang. Maksudnya adalah, bahwa kalian semua diminta untuk berangkat secepatnya ke medan perang untuk berjihad. 

Mutiara-mutiara Hadits

  1. Apabila ada sebuah negara telah menjadi negara Islam, maka diwajibkan untuk berhijrah dari negara tersebut ke negara lain.
  2. Kewajiban hijrah berlaku apabila seorang Muslim tidak lagi mendapatkan kebebasan dalam menjalankan agamanya, dan jika negara tersebut adalah negara kafir.
  3. Diwajibkan untuk meniatkan dan mempersiapkan jihad, sebagaimana diwajibkan menyambut panggilan orang yang menyerukan untuk berjihad.
  4. Kalau tidak ada kewajiban untuk berhijrah dari negeri Islam yang satu ke negeri Islam yang lainnya, tetapi kemudian ia meninggalkan negeri Islam menuju negeri kafir karena kecintaannya dan menjalin hubungan yang baik dengan penduduknya, maka hal ini dilarang secara syariat. Inilah bencana yang melanda kaum Muslimin pada saat ini.

 

 Sumber : Syarah Riyadhush Shalihin Imam an-Nawawi (Pensyarah : Dr.Musthafa Dib al-Bugha., dkk.) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *