Kisah Umar bin Al-Khattab

  • ikhwah
  • Friday 4 August 2017
  • Sirah
  • 0

Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Apa kabar sahabat? Kami harap antum sekalian dalam keadaan sehat wal afiat. Alhamduillah,segala puji bagi Allah atas limpahan rahmat dan karunia-Nya hingga saat ini,serta salam dan solawat kepada junjungan kita,Nabi Muhammah sollallahu alaihi wa sallam.

Setelah kami membahas kisah Abu Bakar Ra, kali ini kami akan membahas khalifah setelah beliau yaitu, Umar Bin Khattab. Sayyidina Umar dikenal sebagai sosok yang kekar,tinggi, dan kuat serta memiliki pengaruh bagi kaum Quraisy pada masanya. Dikatakan saking ditakutinya, Iblis pun menghindar ketika berpapasan dengan beliau.

Ia adalah Umar bin al-Khattab bin Nufail bin Adi bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luai, Abu Hafsh al-Adawi. Ia dijuluki al-Faruq.

Ibunya bernama Hantamah binti Hisyam bin al-Mughirah. Ibunya adalah saudari tua dari Abu Jahal bin Hisyam.

Ia adalah seseorang yang berperawakan tinggi, kepala bagian depannya plontos, selalu bekerja dengan kedua tangannya, matanya hitam, dan kulitnya kuning. Ada pula yang mengatakan kulitnya putih hingga kemerah-merahan. Giginya putih bersih dan mengkilat. Selalu mewarnai janggutnya dan merapikan rambutnya dengan inai (daun pacar) (Thabaqat Ibnu Saad, 3: 324).

Dalam kitab Siyar A’lamin Nubala’, sebuah kitab ensiklopedi tentang sejarah dan biografi dari tokoh-tokoh yang berperan di dalam sejarah Islam yang ditulis oleh Imam Adz-Dzahabi dituliskan, “Jika Sayyidina Umar menaiki kuda, maka kakinya akan menyentuh tanah saking panjang dan besar tubuhnya”

Amirul mukminin Umar bin Khattab adalah seorang yang sangat rendah hati dan sederhana, namun ketegasannya dalam permasalahan agama adalah ciri khas yang kental melekat padanya. Ia suka menambal bajunya dengan kulit, dan terkadang membawa ember di pundaknya, akan tetapi sama sekali tak menghilangkan ketinggian wibawanya. Kendaraannya adalah keledai tak berpelana, hingga membuat heran pastur Jerusalem saat berjumpa dengannya. Umar jarang tertawa dan bercanda, di cincinnya terdapat tulisan “Cukuplah kematian menjadi peringatan bagimu hai Umar.”

Sebelum memeluk Islam, Umar bin Khattab sangat anti sekali dengan Rasulullah. Umar Ra. Salah satu musuh yang diperhitungkan sebelum beliau memeluk islam karena Umar Ra. Dikenal sebagai ahli strategi dalam perang dan dikenal tidak segan menyiksa pengikut Rasulullah kala itu.

Suatu ketika saat Umar Ra. Berada pada puncak kebenciannya kepada Rasulullah, Umar berencana untuk membunuh Rasulullah. Ketika di perjalanan, Umar bertemu dengan salah satu pengikut Rasulullah yang bernama Nu’aim bin Abdullah lalu mengabarkan bahwa Saudarinya telah memeluk Islam. Mendengar kabar itu, Umar mendatangi rumahnya dengan niat menghukum adiknya tersebut dan didapatinya adiknya itu sedang membaca Al-Qur’an, lalu dia pun memukul adiknya tersebut. Melihat adiknya, dia pun iba. Umar pun meminta untuk melihat apa yang dibaca oleh adiknya tersebut. Setelah itu, Umar pun terguncang,tapi bukan terguncang beneran yah sahabat,tapi terguncang hatinya,hehe. Selang beberapa saat, Umar pun memutuskan untuk memeluk Islam. Tentu, keputusannya itu menggeparkan seisi mekkah. Gimana tidak, dia yang dikenal menentang keras Rasulullah dan Islam, seketika memeluk Islam. Tidak hanya itu,sahabat. Umar pun mengatakan dengan lantang,siapa pun yang berani menentang dan melawan Rasulullah, maka dia akan berhadapan dengan Umar. Karena keputusannya memeluk islam, Umar dikucilkan dan tidak di hormati di kalangan kaumnya lagi,sahabat. Bayangkan,  hanya karena membaca beberapa ayat saja, seseorang yang menentang Islam dan menyiksa pengikut Rasulullah, seketika membela Islam dengan sungguh-sungguh.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar dan yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar.” (HR. Tirmidzi dalam al-Manaqib, hadits no. 3791)
Di saat telah memeluk Islam, Umar Ra. Sering menangis ketika mengingat masa kelamnya dulu, tapi itu lah yang membuatnya taat  dan takut kepada Allah Subhana wa ta ala, Namun, Allah subhana wa ta ala menggantikan rasa takut itu dengan rasa takut manusia dan jin kepada Umar. Wallahu a’lam.

Dari Aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar.”

Pada masa pemerintahannya, Umar dikenal seorang yang sederhana namun disegani. Suatu hari, Umar Ra berjalan-jalan di sekitar mekkah, lalu dia mendapati ada rakyatnya kelaparan karena tidak memiliki makanan.  Dia pun bergegas mengambil makanan untuk orang tersebut. Lalu, seorang sahabat lainnya ingin membantu umar membawakan makanan tersebut. Namun, Umar menolak dan berkata, “ apakah kau ingin menanggung bebanku di akhirat?”. Mendengar perkataan Umar, sahabat itu pun membiarkan Umar yang membawa makanan tersebut sendiri. Sungguh inilah jiwa pemimpin yang sebenarnya, dan ini lah yang kita butuhkan bagi bangsa kita di mana pada zaman ini orang-orang berebut kepemimpinan agar dapat berkuasa namun lupa akan kewajibannya memenuhi dan melayani rakyatnya. Wallahu a’lam bissowab.

Sahabat, dari kisah Umar Bin Al-Khattab, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Islam mampu mengubah kehidupan seseorang yang keras hatinya menjadi luluh dan penyayang. Dan meyakinkan kita akan mukjizat Al-Qur’an yang benar-benar mampu meluluhkan hati Umar bin Khattab yang dikenal sangat menentang Rasullullah kala itu dan balik membela Rasullullah secara terang-terangan.

Mungkin sekian perjumpaan kali ini dan insha Allah akan dilanjut dilain kesempatan, semoga ita senantiasa dalam lindungan Allah dan diisitiqomahkan,amin. Semoga bermanfaat, Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *