MENGAPA ALHAMDULILLAH SETELAH BERSIN?

  • akhwat
  • Monday 21 September 2015
  • Uncategorized
  • 0

Islam sebagai agama yang lengkap mengatur pula hal-hal kecil sampai kepada masalah bersin. Ada doa yang harus diucapkan orang yang bersin, orang yang mendengar bersin, dan ada pula doa jawaban bagi orang yang mendoakan orang yang bersin. Lengkapnya, ada di hadist Rasulullah  berikut ini.

Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah  bersabda yang artinya, “Ketika salah seorang di antara kamu bersin maka hendaklah dia berkata ‘Alhamdulillah’ (Segala puji bagi Allah). Dan hendaklah saudaranya atau temannya mendoakannya, ‘yarhamukallah’ (semoga Allah merahmatimu). Dan ketika temannya berkata demikian, ‘yarhamukallah’ (semoga Allah merahmatimu), hendaklah orang yang bersin tadi berkata ‘yahdikumullah wa yushlih baalakum’ (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaikkan sifatmu).” (HR. Bukhari)

KELEBIHAN MENGUCAPKAN ALHAMDULILLAH SAAT BERSIN

Bedakah orang yang mengucapkan Alhamdulillah setelah bersin dengan yang tidak?

Tentu beda! Orang yang mengucapkan Alhamdulillah setelah bersin berhak atas doa dari orang yang mendengar bersin dan ucapan hamdalahnya.

Diceritakan di dalam sebuah hadits tentang kelebihan seorang yang mengucapkan Alhamdulillah apabila dia bersin.

“Dua orang lelaki bersin di sisi Rasulullah , kemudian beliau mendoakan berkat pada salah seorang dari mereka dan tidak mendoakan pada yang seorang lagi, maka bertanyalah orang itu “Wahai Rasulullah! Engkau doakan dia dan engkau tidak mendoakan aku?’ Rasulullah  bersabda, ‘Sesungguhnya yang ini memuji Allah, dan engkau tidak memuji Allah.’.” (HR. Bukhari)

Rasulullah  bersabda tentang hak atas doa bagi orang yang bersin dan mengucapkan Alhamdulillah,

“Sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang suka bersin dan membeni orang yang menguap. Maka ketika seseorang itu bersin dan memuji Allah, maka adalah menjadi hak kepada bagi setiap orang muslim yang mendengarnya untuk mendoakan berkat ke atasnya.” (HR. Bukhari)

Inilah hikmah bagi orang yang bersin dan mengucapkan alhamdulilah, yaitu ia berhak mendapatkan doa dari orang lai yang mendengar bersinnya.

MENGAPA ALHAMDULILLAH?

Mengapa ucapan yang dituntunkan setelah bersin adalah Alhamdulillah, tidak subhanallah, bismillah, allahu akbar, atau yang lainnya? Tentu saja hanya Allah yang tahu mengapa demikian yang disyariatkan.

Beberapa ahli kesehatan meneliti tentang bersin dan Allah  menampakkan sebgaian hikmah dari bersin. Dari sebagian kecil hikmah yang ditampakkan Allah  ini, beberapa ahli pun kemudian menyadari betapa sesuainya antara bersin da ucapan hamdalah ini.

Beberapa fakta dari bersin adalah:

  1. Bersin itu sendiri adalah nikmat

Setelah bersin, hidung dan tenggorokan akan terasa lega. Sehingga karena itulah bersin mesti  kita syukuri. Salah satu bentuk syukur termudah dan tercepat dilakukan setelah bersin adalah mengucapkan Alhamdulillah.

 

  1. Bersin mengeluarkan bibit penyakit

Seorang dokter menyatakan bahwa ada sekitar 2 juta bibit penyakit berupa bakteri yang terlempar ke udara saat kita bersin. Bibit penyakit sebanyak itu dipaksa keluar dengan kecepatan sekitar 100 meter per jam, dan biasanya terlempar dalam jarak rata-rata sekitar 2-3 meter.

Nah, kehiangan 2 juta bibit penyakit tentu merupakan kenikmatan dalam kesehatan. Karena itu, hal ini harus disyukuri, setelah bersin kita mengucapkan Alhamdulillah.

 

  1. Bersin menghentikan detak jantung

Saat bersin sebenarnya jantung kita berhenti berdetak. Waktunya bisa saja tidak sampai satu detik. Setelah bersin, jantung kita berdetak kembali. Seakan-akan kita ‘mati sejenak’ dan kemudian ‘hidup kembali’. Demikian menurut para ahli kesehatan.

Fenomena ‘hidup kembali’ setelah bersin ini tentu juga merupakan nikmat. Bagaimana jika yang terjadi adalah kita bersin, jantung kita berhenti berdetak, dan tidak berdetak lagi? Bukannya kita takut mati, tapi siapkah kita dengan amal shalih yang masih sedikit dan dosa yang sudah menggunung ini untuk menghadapi maut? ‘Hidup kembali’ setelah bersin tentu merupakan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri kita agar lebih siap menyambut maut. Karena itu, kesempatan jantung berdetak kebali setelah bersin juga merupakan nikmat yang harus disyukuri. Maka, kita mengucapkan Alhamdulillah.

Tentu ini merupakan sedikit hikmah dari bersin dan ucapan Alhamdulillah. Jadi, jika kita bersin, laksanakan sesuai syariat secara ikhlas tanpa mengharapkan selain ridha Allah.

 

(ABU UKASYAH)

Sumber : majalah ELFATA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *