Mengapa kita bertaubat ? (Bag.2)

  • admindw
  • Monday 10 August 2015
  • Uncategorized
  • 0

2Saudaraku tercinta, mengapa kita bertaubat? Kita bertaubat dari dosa besar. Bertaubat dari encaci maki orang tua. Bukankah, mencela orang tua itu dosa besar? Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Dosa yang paling besar adalah anak yang melaknat kedua orangtuanya.” Dikatakan, “Ya Rasul, bagaimana seorang anak sampai hati melaknat orang tuanya?.” Ia berkata “Seseorang yang mencaci maki bapak orang lain, hingga orang itupun memaki bapak dan ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Siapapun pelakunya, ia telah berbuat dosa. Dosa besar yang menjadikan Allah Azza wa Jalla marah.

Apakah kita tahu, betapa kita sangat membutuhkan taubat? Kita butuh bertaubat dari shalat yang diakhirkan, bertaubat dari mengahirkan shalat subuh setelah matahari terbit selama dua puluh atau sepuluh tahun, bertaubat dari durhaka pada orang tua..mengcungkan jari pada ibu.

Bukankah itu dosa besar? Ataukah kita meyangka itu dosa kecil? Janganah dikira itu dosa kecil! Dan bukankah menutup pintu dengan nada marah di depan orang tua saat kita keluar rumah termasuk dosa besar?

Allah Azza wa Jalla berfirman :

Sukalah salah seorang kalian makan bangkai saudaranya…” (Al-Hujurat: 12)

Ayat ini mengibaratkan, gunjingan terhadap saudara muslim itu seperti memakan bangkaianya. Bayangkan, memakan daging saudara kita. Bagaimana jika memakan daging bapak atau ibu kita? Saudariku, kita duduk-duduk bersama kawan, sembari memaki kedua orang tua . sama halnya, kita bergabung bersama segerombolan kanibal.

Ya,  ini kadang terjadi . padahal kata-kata itu adalah dosa besar. Apakah kita tidak menyadari, kalau kita telah melakukan dosa besar, dan kita butuh bertaubat? Sudahkah kita tahu. Hidup kita ternyata telah bergelimang dosa?

Selanjutnya apa pendapat kita tentang pengantar zina? Itu dosa besar. Lalu, apa yang mendahului zina itu? Zina mata. Menonton saluran parabola yang menyuguhkan film porno, atau menjelajahi situs-situs “blue”  di internet. Bukankah itu pengantar zin. Rasul berkata, “dan zina mata adalah melihat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Melihat adalah pengantar zina. Ia  adalah gerbang awal dari berbuat zina.

Benar, seseorang mungkin tidak mengunjungi tempat lokalisasi, hingga tidak harus menerima hukum had. Tetapi ia telah memasuki satu tahapan menuju perbuatan zina. Yakni, zina mata.

Pemuda yang setiap hari melihat pornografi, pergaulan pemuda dan pemudi yang kadang sampai menyerupai pergaulan suami isteri. Bukankah itu dosa besar? Chatting di internet juga memuat jutaan maksiat dengan pembicaraan  haram. Bukankah itu dosa besar? Sampai kini, masihkah hati kita enggan bertaubat? Mari, kita tinggalkan memakan harta haram. Tinggalkan !. tinggalkan.!

Kini, kita bahas tumpukan dosa kecil yang dilakukan setiap hari, dan membutuhkan taubat. Berjuta-juta dosa yang dilakukan setiap hari. Pemuda yang mengumbar pandangan dijalan-jalan. Berapa dosa yang kita lakukan? Berapa kejelekan? Berapa puntung rokok yang kita isap? Untuk saudariku, berapa helai rambutmu yang terlihat. Apakah anda tidak peduli dengan rambut yang terlihat iu, padahal setiap orang yang melihat rambutmu akan berdosa.

Setiap kali orang melihat rambut anda, anda akan mengambil bagian dosa. Bukankah itu dosa? Berjuta dosa dilakukan setiap hari! Bagaimana kita akan menghadap Allah Azza wa Jalla? Demi Allah, bila kita menghitung dosa selama sebulan, tentu akan sebesar gunung.

Bagi saudariku yang belum berjilbab, tidakkah kita merasa, jika setiap orang yang melihat rambut anda telah menanggung sekian dosa? Berapakah orang yang melihatmu? Dan, berapakah dosa terjadi setiap hari?

Bagaimana dengan pergunjingan yang kita lakukan siang dan malam dan kebohongan yang kita lakukan setiap saat serta berbagai akhlak tercela setiap waku? Tidakkah kita butuh taubat, wahai saudaraku tercinta? Berapa dosa yang mengharuskan bertaubat? Kita harus bertaubat dari dosa besar maupun kecil. Dan setelah ini, masih ada lagi yang mengharuskan kita bertaubat.

Bersambung


 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *