Mengapa kita bertaubat ? (Bag.3)

  • admindw
  • Thursday 13 August 2015
  • Uncategorized
  • 0

4Tibalah pada puncak bahasan kita. Akan tetapi itu sangat sulit. Ya, demi Allah, hal itu sangatlah sukar. Kita harus bertaubat darinya. Kita harus bertaubat dari dosa yang kadang kita lakukan dan kadang kita tinggalkan.

Ketika berusia 14 atau 15 tahun, kita melakukan dosa tertentu. Tatkala kita semakin dewasa, setan mengganti dosa itu dengan jenis yang baru. “Memasuki usiaku dua puluh tahun, aku selalu durhaka pada orang tua. Tapi  menginjak usia 30 tahun, aku tidak lagi durhaka pada orang tua.” 15 tahun sudah kita menghentikan dosa dengan cara seperti itu. Apakah dosa itu telah diampuni, dihapus atau dilenyapkan untuk selamanya? Benar, kita telah menghentikan dosa, tetapi sudahkan kita bertaubat? Jika belum, berarti kita belum diampuni.

Ini merupakan kaidah penting, tetapi manusia sering melupakan. Saudaraku tercinta, dosa hanya akan diampuni dengan taubat, meski kita telah menghentikan, kita harus bertaubat.

Jika kita berzina, lalu kita berhenti karena takut ditimpa penyakit, atau menikah, sudahkah dosa kita diampuni? Belum, selama kita belum bertaubat. Berapa kalikah kita harus bertaubat?

Bayangkan, di hari kiamat kita menghadap Allah dan ditanya dosa yang telah kita tinggalkan selama 10 tahun, lalu kita menjawab, “wahai Tuhanku, Aku telah meninggalkan dosa itu, Aku telah melupakannya, begitu banyak dosa yang kulupakan.” Tetapi, sudahkan kita bertaubat? Belum. Maka, Allah Azza wa Jalla berfirman,

“Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakanya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (Al-Mujadilah: 6)

Allah Azza wa Jalla juga berfirman,

“Dan katakanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya. Dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiayanya seorang juapun”. (Al-Kahfi: 49)

“Pada hari ketika tiap – tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakanya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hambaNya.”  (Ali Imran: 30)

Bertaubatlah wahai saudaraku tercinta. Pada genggaman kita ada perkara enteng. Kita memiliki harta simpanan, kita memiliki taubat yang menghapuskan segala dosa yang telah kita lakukan, telah kita lupakan, dan kita tinggalkan. Dosa yang kita tinggalkan, maka bertaubatlah darinya. Jangan sampai kita bertemu Allah Azza wa Jalla dan dihisab dengan-Nya. Bertaubatlah sekarang…Berhentilah! Lalu, lepaslah dari dosa yang lalu.

Sufyan ats-Tsaury Rahimahullah, Tabi’in yang menimba ilmu dari sahabat, berkata, “Suatu hari aku duduk-duduk menghitung dosa-dosaku. Lalu aku berkata pada diriku, “kau akan bertemu Allah, wahai sufyan, dia akan menanyakan padamu dosa demi dosa.”

Bayangkanlah, siapakah Sufyan? Ia seorang imam Tabi’in. Lalu, berapa kali kita menghitung dosa yang kita lakukan?

Ia berkata lagi pada dirinya, “inikah yang kau ingat, wahai Sufyan. Bagaimanakah dengan yang Allah ingat, dan kau melupakanya? Bertaubatlah sebelum kau bertemu Allah Azza wa Jalla.” Lalu, ia berkata lagi, “Aku pun duduk mengingat-ingat umurku setahun demi setahun. Lalu aku berdiri santai, aku merasa tenang.”

Pernahkah kita mengingat waktu awal kedewasaan kita, dan bertaubat dari dosa masa kecil kita? Tahun pertama kita telah bertaubat, lalu bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya? Sudahkah kita bertaubat dari dosa yang telah kita lupakan?

Saudaraku tercinta, apakah kita tahu, kita bertaubat dari apa? Sudahkah terbetik dalam jiwamu, kalau kita harus bertaubat? Apakah anda memperhatikan dosa besar, dosa kecil, kelalaian, nikmat, dosa yang anda lakukan, dosa yang anda lupakan, dan dosa yang anda tinggalkan? Lihat pula besarnya kasih sayang Allah Azza wa Jalla dan betapa Dia ingin menerima taubat hamba-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *