Mengenal ragam teknologi crane untuk konstruksi bangunan raksasa

  • adminkd
  • Thursday 17 September 2015
  • Uncategorized
  • 0

ini-spesifikasi-crane-yang-jatuh-di-mekkah-uFB

Tragedi jatuhnya crane di Masjidil Haram yang menimbulkan jatuhnya puluhan korban jiwa dari berbagai memantik rasa prihatin dari netizen global. Pihak kerajaan Arab Saudi pun sampai saat ini masi melakukan investigasi terhadap insiden tersebut, khususnya bagaimana crane raksasa itu bisa jatuh.

Terlepas dari musibah memilukan tersebut, crane adalah teknologi yang jamak digunakan untuk pekerjaan konstruksi bangunan, khususnya yang berukuran raksasa.

Crane bisa dikatakan sebagai mesin pengangkat barang yang bekerja menggunakan katrol dan kabel besi. Teknologi ini memiliki peran besar dalam dunia konstruksi, mengingat mereka bisa memindahkan alat-alat berat lain dan material bangunan besar dengan mudah.

Nah, di dunia konstruksi tidak hanya satu atau dua jenis crane saja yang digunakan, tetapi bisa sampai 6 jenis. Berikut ulasannya.

1.Tower crane

Crane jenis ini pertama kali dikembangkan di Eropa dan digunakan untuk membangun gedung-gedung tinggi hingga pencakar langit. Tinggi dari tower crane bisa mencapai 80 meter lebih, sementara bobotnya sampai 20 ton.

Saat digunakan, tower crane dipasang secara permanen di tanah. Crane jenis ini biasanya ‘ditanam’ di lapisan semen super keras yang berfungsi sebagai pondasi dan ‘jangkar’ untuk menahan bobotnya yang berat.

 

2.Mobile crane

Seperti namanya ‘mobile’, crane ini biasanya terpasang di atas kendaraan berat agar bisa dipindahkan dengan mudah. Kendaraan yang dipakai mayoritas adalah truk.

Tipe crane yang dipakai adalah teleskopik, artinya bagian tiang crane menggunakan teknologi hidrolik dan bisa memanjang atau memendek, sesuai dengan ketinggian yang dibutuhkan.

 

3.Rough Terrain crane

Crane jenis ini dipasang pada truk khusus dengan ban karet raksasa bergerigi, yang dirancang untuk operasi di jalan-jalan bermedan berat.

Cadik atau dayung penahan dari crane ini memanjang secara vertikal dan horizontal agar bisa terus stabil saat dipakai di medan berat. Uniknya, di mesin ini, crane biasanya dipasang di bawah mobil bukannya di bagian atas.

 

4.Crawler crane

Crane jenis ini lah yang saat ini sedang menghebohkan dunia karena terjatuh dan menimpa Masjidil Haram Jumat (11/09).

Crawler crane sejatinya adalah crane mobile yang tidak memerlukan cadik penahan untuk mempertahankan stabilitasnya. Sebab crane jenis ini menggunakan rangka khusus dan memakai roda dari besi dengan bantalan lebar atau jamak disebut ‘continous-track’. Tipe roda itu juga dipakai untuk tank.

Meskipun crawler crane bisa bergerak di sekitar lokasi konstruksi, mereka biasanya harus dibongkar dan dimuat ke truk mengangkut ketika hendak dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain.

 

5.Aerial crane

Aerial crane sering disebut “langit crane” karena crane ini terpasang di helikopter dan digunakan secara eksklusif untuk mengangkat beban yang sangat berat.

Crane ini sangat berguna dalam kondisi di mana crane konvensional tidak bekerja tidak memungkinkan untuk di bawa ke sana. Di lokasi konstruksi, crane ini juga membantu dalam program mitigasi bencana dan penyaluran bantuan.

 

6.Floating crane

Floating crane biasanya digunakan dalam konstruksi saluran air seperti jembatan, pelabuhan, dan bendungan. Crane ini biasanya dipasang di ponton atau tongkang khusus.

Beberapa jenis crane ‘terapung’ ini dipasang di atas kapal laut untuk membangun sebuah tambang minyak lepas pantai atau misi pengangkatan bangkai kapal seperti yang terjadi pada pesawat AirAsia tahun lalu.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *