Menjaga Lisan

  • admin
  • Monday 27 April 2015
  • Uncategorized
  • 0

Bismillah,…

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , beliau bersabda,’’ Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari)

SYARAH HADITS

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang mulia ini menjelaskan etika yang berhubungan dengan hak Allah dan hak hamba-Nya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tiga perbuatan, satu berhubungan dengan hak Allah yaitu berkata baik atau diam, dan dua perbuatan berhubungan dengan hamba-Nya, yaitu memuliakan tamu, memuliakan tetangganya, dan tidak menyakitinya. Untuk menjelaskan pentingnya tiga perkara ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggandengnya dengan iman kepada Allah dan hari akhir. Seakan-akan menyatakan bahwa yang mampu melaksanakan ketiga perkara ini dengan sempurna hanyalah yang beriman kepada Allah dan hari akhir. 
Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam ini menunjukkan kewajiban menjaga lisan untuk berbicara yang baik-baik saja. Imam Syafi’i menjelaskan pengertian hadits ini dengan pernyataan: Apabila seorang ingin berbicara maka hendaknya berpikir. Bila tampak tidak bahayanya maka berbicaralah dan bila tampak berisi bahaya atau ragu maka diamlah.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memulai dengan perintah menjaga lisan karena berhubungan langsung dengan hak Allah Subhanahu wa ta’ala. Seperti diketahui hak-hak Allah Subhanahu wa ta’ala berporos pada muraqobah dan yang paling sulit dalam penerapan dan praktiknya adalah pada lisan. Karena itu beliau perintahkan untuk berkata yang baik atau diam.
Sabda beliau ini menunjukkan berkata yang baik dan benar lebih utama dari diam sehingga kita seharusnya berusaha untuk berkata baik bukan diam. Bila kemudian tidak mendapatkan kebaikan dalam berucap dan bertutur maka pilihlah diam, Ini disebabkan semua perkataan kita akan dihisab dan dicatat, lalu dimintai pertanggung jawabannya.

Lihatlah firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat),”(Qaf:18)

Lihatlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Sesungguhnya seseorang mengucapkan kata-kata yang tidak ia teliti kebenarannya, ucapannya itu menyebabkannya tergelincir di neraka lebih jauh dari pada jauhnya antara timur dan barat,”(Muttafaqun ’Alaihi).

Mari kita jaga lisan kita agar selamat dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *