Merekalah Orang-orang Mukhlis (Bag.1)

  • admindw
  • Thursday 25 June 2015
  • Uncategorized
  • 0

Merekalah orang-orang mukhlis #1

Teladan hidup merekalah orang-orang mukhlis yang bisa menjadi referensi kita untuk belajar dan meniru  mereka..

Isteri Imran

Ia berkata kepada Allah Azza wa Jalla,

“(Ingatlah), ketika isteri ‘imran berkata,’ya Tuhanku, sesungguhnya aku  menazarkan kepada engkau anak yang dalam kandungnku menjadi  hamba yang muhharrar (shalih dan berkhidmat [di Baitul Maqdis]). Karena itu terrimalah (nazar) itu daripadaku…” (Ali Imran: 35).

Tahukah Anda yang dimaksud dengan muharrar? Yakni agar ia menjadi orang yang ikhlas karena Allah. Apakah anda menyadari kekuatan nadzar seperi di atas? Apakah anda pernah menjumpai seorang wanita yang berrnadzar demikian, saat hendak melahirkan? Yang lisanya bernadzar, “Wahai Rabbku, apa yang ada di rahimku akan lahir. Aku akan mendidiknya, ikhlas karena-Mu. Aku tidak mengharap sesuatu pun dari didikan itu, kecuali agar Engkau terima kelak sebagai seorang yang mati syahid!”

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang muharrar…”

Muharrar adalah kondisi terbebas dari segala belenggu, hawa nafsu, dan keinginan pribadi ibunya. “karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku….”. penggalan ayat berikut mengatakan, “…Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”…

Dan, buah nadzar itu adalah Maryam. Dari sosok Maryam yang dilahirkan istri Imran, kini sadarkah Anda akan arti sebuah keikhlasan? Tahukah anda buah yang dihasilkan dari kalimat ikhlas seorang ibu?

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam

Setiap malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu bangun, lalu mendirikan shalat yang dimulai dengan berdoa. Doa yang melukiskan keikhlasan. Doa yang artinya adalah:

“Ya Allah, milik-Mu segala puji, Engkaulah Pemilik langit, bumi dan seisinya. Dan milik-Mu segala puji, Engkaulah cahaya di langit, dibumi dan diantara keduanya. Dan milik-Mu segala puji, Engkau adalah yang benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, surge itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Muhammad itu benar, dan kiamat itu benar.

Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, dengan-Mu aku bergantung, kepada-Mu aku beriman, karena-Mu aku berdebat, dengan-Mu aku berhukum, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan dating, yang tampak atau yang rahasia, Engkaulah yang awal dan yang akhir, Tiada Tuhan selain engkau.” (HR. At-Tirmidzi 1120, Muslim 769, dari Ibnu Abbas).

Perhatikanlah, penyerahan diri secara mutlak kepada Allah.

 

▷ UMAR BIN ABDUL AZIZ Rahimakumullah

Dari sosok seorang mukhlis Umar Bin Abdul Aziz, saya hanya akan mengatakan satu kalimat saja. Mereka mengatakan tentang beliau “Tiadalah Umar Bin Abdul Aziz melangkahkan kaki kecuali dengan niat.” bayangkan, Umar Bin Abdul Aziz tidak melangkahkan kaki kecuali dengan niat.

 

(Sumber : Khalid, Amru. 2006. Hati Sebening Mata Air. Solo:PT. Aqwam Media Profetika.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *