Penghancur Kelezatan Dunia

Kita harus menanamkan pada diri kita semua bahwa kita
di dunia ini hanyalah mampir sebentar, kita semua akan kembali kepada Allah.
Namun, bekal apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadap Allah???

Hendaknya kita sering mengingat kematian dan alam
akhirat berupa siksa akhirat, dahsyatnya kematian, menyaksikan jenazah, dan
mempelajari hal-hal yang berkaitan tentang akhirat. Sebab, hal itu akan
menyadarkan kita dari kelalaian kita selama ini sehingga hati kita akan menjadi
lembut.

Oleh karenanya, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda mengingatkan kita semua:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ
هَادِمِ اللَّذَّاتِ

“Perbanyaklah oleh kalian mengingat penghancur
kelezatan”.

Sa’id ibn Jubair berkata:

لوْ فَارَقَ ذِكْرُ
الْمَوْتِ قَلْبِيْ لَخَشِيْتُ أَنْ يَفْسُدَ عَلَيَّ قَلْبِيْ

“Seandainya mengingat kematian hilang dariku maka
saya khawatir hatiku akan rusak”.

Kita harus menanamkan pada diri kita semua bahwa kita
di dunia ini hanyalah mampir sebentar, kita semua akan kembali kepada Allah. Namun,
bekal apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadap Allah???

Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ
الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami
akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang
sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan” (QS al-Anbiya‘ [21]: 35)

Apabila kita mengingat kampung akhirat dan kematian,
maka kita akan mendapatkan tiga faedah:

  1. Semangat dalam ibadah, dan membaguskannya karena
    dia merasa bahwa amalnya masih sedikit dan banyak dosa, barangkali ini
    ibadah yang terakhir kali.
  2. Segera dalam taubat, dia tidak menunda-nunda.
  3. Qana’ah dengan rezeki dari Allah.

Bagaimana cara mengingat kematian ?

  1. Menghadiri majelis-majelis ta’lim yang mengingatkan akhirat. Hasan Bashri bertahun-tahun lamanya majelis kajiannya bukan membahas politik, melainkan kematian dan akhirat.
  2. Ziarah kubur dengan tadabbur.
  3. Menyaksikan jenazah dan mengurusinya.
  4. Mengkaji ayat-ayat al-Qur‘an dan hadits seputar alam akhirat berupa siksa kubur, dahsyatnya kematian, dll.

Dahulu, Sufyan Tsauri apabila mengingat kematian maka
kencing darah.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang selalu
mengingatMu dan tidak tertipu dengan pesona dunia yang dana ini.

***

Penulis: Ust. Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *