Pentingnya Do’a dan Dzikir Ketika Bangun Tidur

  • akhwat
  • Sunday 3 April 2016
  • Fiqih
  • 0

Segala puji bagi Allah subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Dialah tempat kita berdo’a dan berserah diri.

Do’a adalah adalah ibadah dan salah satu bentuk ketaatan seorang hamba kepada Rabb-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan dalam haditsnya:
«الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ »
Artinya: “Do’a adalah ibadah.” (HR. Abu Daud no. 1479, At Tirmidzi no. 2969, Ibnu Majah no. 3828 dan Ahmad 4/267; dari An Nu’man bin Basyir).

Do’a itu sangatlah bermanfaat dengan izin Allah subhanahu wa Ta’ala. Manfaat do’a ada dalam tiga keadaan, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut:
« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »
Artinya: “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturrahmi (antar kerabat) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa’id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid).
Dalam agama Islam kita diajarkan untuk membaca do’a ketika bangun tidur, berikut ini do’a ketika bangun tidur :
Bacaan pertama, yang dapat dibaca saat pagi hari setelah bangun tidur adalah:
»اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ«
Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan” (HR. Bukhari no. 6325).

Imam Bukhari rahimahullah memasukkan hadits di atas dalam judul bab “Bacaan Yang Diucapkan Di Pagi Hari.” Ini berarti, kata Ibnu Batthol bahwa dzikir yang diucapkan ketika pagi hari ini, menjadi pembuka amalan dan menunjukkan bahwa dari pagi hari kita sudah memulai dengan berdzikir pada Allah subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana saat hendak tidur ditutup pula dengan amalan dzikir pada Allah subhanahu wa Ta’ala.

Hal ini menandakan bahwa pembuka catatan amalan kita adalah dzikir, penutupnya pun dzikir. Lalu diharapkan antara pembuka dan penutup tersebut ada pengampunan dosa.

Imam Nawawi rahimahullah sendiri menerangkan bahwa, maksud kalimat “kami dimatikan” adalah tidur. Sedangkan “kami dibangkitkan” adalah dihidupkan lagi kelak pada hari kiamat.

Pada intinya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin menerangkan bahwa ketika orang itu bisa bangun setelah tidur, berarti seseorang bisa pula dibangkitkan (pada hari kiamat) setelah dimatikan.

Imam Nawawi rahimahullah menerangkan pula dalam “Syarh Shahih Muslim” bahwa hikmah doa “bismika allahumma ahyaa wa amuutu” dibaca menjelang tidur, yaitu sebagai penutup amalan. Sedangkan di pagi hari, diawali pula dengan amalan doa yang berisi kandungan keyakinan tauhid kepada Allah subhanahu wa Ta’ala dan kalimat tersebut termasuk dalam al kalimuth thoyyib (kalimat yang baik).

Selain itu, bisa pula membaca dzikir berikut ketika bangun tidur,
»اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ«
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya” (HR. Tirmidzi no. 3401. Hasan menurut Syaikh Al Albani)

Disebutkan dalam hadits mengenai dikembalikannya ruh berarti kita masih diberikan kesempatan oleh Allah subhanahu wa Ta’ala untuk menikmati kehidupan. Nikmat seperti ini patut disyukuri.

Badaruddin Al-‘Aini dalam “Umdatul Qari Syarh Shahih” Al-Bukhari menjelaskan, “Hendaklah seseorang yang telah bangun di pagi hari berusaha menyukuri nikmat tersebut dengan melaksanakan shalat Shubuh. Itulah bentuk syukurnya pada Allah subhanahu wa Ta’ala atas nikmat hidup yang Allah beri serta nikmat dikembalikannya ruh padanya.”

Berarti tugas kita adalah senantiasa bersyukur dengan cara berdzikir dan beribadah kepada Allah subhanahu wa Ta’ala.

Semoga kita termasuk dalam golongan hamba Allah yang senantiasa berdzikir dan beribadah hanya kepada-Nya . Semoga pula kita bisa mudah mengamalkan doa yang disebutkan di atas, aamiin.

Wallahu’alam.

Sumber: www.rumaysho.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *