Perkara Tauhid

Assalamu alaykum wa rahmatullah wa barakatuh

Alhamdulillah,assholatu wa salam ala rosulullah.

Segala puja dan puji kehadirat Allah ta’ala atas segala karunia,nikmat,dan rahmatnya yang senantiasa Dia berikan kepada kita hingga saat ini dan salam serta solawat kepada sur tauladan kita,Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam.

Apa kabar ,guys? Semoga kita semua diberikan kesehatan jasmani dan rohani oleh Allah agar kita mampu menjalankan setiap perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Nah,kali ini admin ingin membahas tentang tauhid.

Apa itu sih itu tauhid?

Mungkin hampir semua dari kita telah belajar tentang tauhid sejak bangku sekolah dasar. Tauhid sendiri berarti mengeesakan Allah,yakin bahwa tiada sekutu bagi-Nya. Secara garis besar,tauhid adalah mengimani bahwa Allah Maha Esa dan tiada Tuhan selain dia yang patut kita sembah. Acuan muslimin dan muslimah tentang keesan Allah telah difirmankan oleh Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Ikhlas yang artinya:

“Katakanlah: “Dialah Allah,Yang Maha Esa”(1) ,Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya lah sesuatu(2)Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,(4) dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”

Dalam surah Al-Ikhlas dijelaskan bahwa Allah Maha Esa yang bergantung segala sesuatu pada-Nya. Berarti segala bentuk kehidupan,kejadian,peristiwa,rezeki,dan apa pun yang terjadi di dunia terjadi atas izin-Nya. “Kepunyaann-Nya lah perbendaharaan langit dan bumi,Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. As-Syuraa : 12)

Tauhid adalah perkara utama dalam islam dan setiap nabi dan rasul selalu mengajarkan permasalahan tauhid karena tauhid adalah dasar dari keimanan seseorang kepada Allah subhana wa ta’ala. Dari nabi Adam a.s. hingga Rosulullah Muhammad mengajak ummatnya kepada ketauhidan yaitu mengeesakan Allah subahana wa taala sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah. Allah berfirman di dalam surah Az-Zariyat ayat 56 yang artinya:

Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.”  (Q.S. Az-Zariyat : 56)

maka dari itu,kita sebagai manusia wajib beribadah kepada Allah disertai dengan tauhid,yaitu mengesakan Allah subhana wa ta ala. Agar kita kuat dan mampu beribadah kepada Allah,Dia mengatur rezeki kita,makan dan minum agar kita mampu melaksanakan sholat dan ibadah lainnya. Dan karena hal itu, Allah sama sekali tidak terpengaruh atas ibadah kita, kebesaran Allah tidak akan bertambah atau berkurang karena ibadah kita, malah kita yang rugi jika tidak menaati perintah-Nya.

“ Aku tidak menghendaki rezki sedikit pun kepada mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.” (Q.S. Az-Zariyat : 57)

 

Di samping ketauhidan tentu ada perilaku menyimpang darinya yang disebut syirik. Syirik ialah menyekutukan Allah,menganggap bahwa ada yang sebanding dengan Allah,ada kekuatan yang lain yang mampu menyamai kekuasaan Allah,naudzubillah! Syirik merupakan dosa yang tidak diampuni,disebutkan di surah an-Nisa ayat 48 Allah berfirman yang artinya :

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu bagi siapa yang dikehendaki_nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah,maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Q.S. An-Nisa : 48)

Sungguh sangat besar dosa syirik itu,guys.  Sekedar informasi, syirik bangsa arab dulu dan zaman kita sekarang sangatlah berbeda,gusy. Kenapa? Jadi, bangsa arab dulu memang  menyembah berhalah seperti patung-patung. Tapi, jika mereka ditanya : “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).” (Q.S.  Al-Ankabut : 61)

Jadi bangsa arab jahiliyah percaya bahwa Allah lah yang menciptakan bumi,langit,serta segala isinya. Tapi, mereka membuat patung sebagai perantara doa mereka kepada Allah dan menganggap bahwa patung tersebut adalah penyalur alam manusia dan alam surga, wallahu a’lam. Tetapi, mereka termasuk menyekutukan Allah karena tidak memohon langsung kepada Allah dan mempercayai bahwa Allah memiliki sekutu dan tidak mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam kepada mereka. Zaman sekarang lebih parah lagi syiriknya. Meminta kepada jin,meminta kepada syaitan, meminta kepada arwah nenk moyang atau pun para wali dan menganggap bahwa dari mereka lah dapat diperoleh keinginan dan rezeki yang berlimpah,naudzubillah.  Guys, sungguh perkara tauhid itu sangat penting bagi kita umat muslim karena tanpa ketauhidan atau dengan menyekutukan Allah maka,seluruh amalan kita akan terhapus dan ibadah kita tidak berarti lagi.

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan Allah, niscaya akan dihapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Q.S. Az-zumar : 65)

Jadi, mulai sekarang kita perdalam lagi keimanan kita agar senantiasa mengesakan Allah subahana wa ta ala dan menjadikan Allah satu-satunya tempat kita bergantung dan bermohon. Mari saling mengingatkan  dalam ketakwaan,keimanan,kebaikan,dan kesabaran. Dan semoga Allah senantiasa menjaga hati kita,menetapkan hati kita kepada agamanya. Semoga Allah selalu memberi kita hidayah. Insya Allah kami akan melanjutkan pembahasan lagi di kesempatan berikutnya.

Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

#IkhwaKamupi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *