Saat Tamu Agung Hendak Menyapa

  • admin
  • Friday 29 May 2015
  • Uncategorized
  • 0

Graphic1Saat Tamu Agung Hendak Menyapa

Ramadhan sang tamu agung sebentar lagi akan menyapa. Ia akan datang membawa hadiah besar dari al Mannan berupa ampunan, rahmat, pahala bahkan pembebasan dari api neraka akan dicatat disetiap malam-malamnya. Orang bijak, apabila tamu hendak datang untuk mengunjungi rumahnya, maka dia akan membersihkan dan merapikan dirinya sebagai persiapan untuk menjemput tamu itu agar sang tamu tidak kecewa.

Para salaful ummah, sebagai manusia-manusia mulia dan utama, dahulu mereka adalah orang-orang yang sangat gembira ketika ramadhan semakin mendekat. Tidak heran, jika dalam riwayat-riwayat hidup mereka, kegembiran dan persiapan untuk menjemput bulan ramadhan sudah dimulai terlihat sejak enam bulan sebelum kedatangannya.

Ini bukanlah hal yang aneh. Mengingat hadits rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan ancaman bagi orang-orang yang melalaikan ramadhan berupa kecelakaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “celakalah bagi seseorang yang datang kepadanya bulan ramadhan kemudian bulan itu pergi berlalu darinya sebelum ia dimapuni” HR. Tirmidzi

Bulan ramadhan adalah bulan ibadah. Ia merupakan musim ikhtibar, dimana orang-orang yang lulus dari madrasahnya akan mendapatkan gelar ketakwaan serta berhak mendapatkan hadiah besar dari Rajanya manusia. Sebaliknya, orang-orang yang gagal, akan mendapatkan kehinaan dan azab yang pedih dari Yang Maha Perkasa.

Olehnya, ketika ia datang, dibutuhkan persiapan dan latihan-latihan. Sehingga orang-orang yang diberi nikmat untuk berjumpa dengannya tidak termasuk dalam rombongan orang-orang yang merugi.

Potret persiapan kita

Berbeda dengan para salaf dalam mengungkapkan kebahagiannya menjemput bulan ramadhan. Akhir-akhir ini, sebagian orang justru terlalu disibukkan dengan berbagai aktfitas yang terlalu banyak menyita waktu, pikiran dan tenaganya. Sehingga mereka lupa untuk bersiap-siap menjamu bulan penuh keberkahan. Akhirnya, ketika ramadhan datang menghampiri, mereka tidak siap untuk memaksimalkan ibadah di dalamnya. Jadilah mereka diantara orang-orang yang berpuasa namun hanya merasakan lapar dan dahaganya saja. Adapun pahala beserta keutamannya pergi meninggalkannya bersama berlalunya waktu, tanpa disadari. Iyaadzu billah.

Menyambut mahasiswa baru, pemilihan presiden dan menyambut piala dunia menjadi sederet alasan yang melalaikan. Seorang hamba yang orientasinya adalah surga, tidak akan lalai dari semua kesibukan itu untuk tetap bersiap-siap menjamu bulan suci ramadhan. Apalagi hanya sekedar menyambut piala dunia. Sesungguhnya hidup ini hanyalah kumpulan dari waktu dan hari-hari.

Imam Hasan al Bashri rahimahullah berkata, “aku menjumpai beberapa kaum diamana mereka sangat bersemangat menjaga waktu-waktunya (untuk kebaikan-pent) daripada menjaga dinar dan dirham kalian.” Dinukil dari ‘Amir Ibnu Qais rahimahullah dari tabi’in dia berkata, “ada seorang laki-laki berkata kepadanya, kesinilah aku akan menceritakan kepadamu sesuatu. Dia berkata, hentikan matahari untukku dan penjarakan dari perjalanannya agar aku bisa berkata sesuatu hal kepadamu. Sesungguhnya waktu sangat cepat berlalu dan dia tidak akan kembali setelah terlewati. Maka kerugian tidak bisa tergantikan.”

Contoh Manusia-Manusia Terbaik Menjelang Ramadhan

Adalah rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bulan ramadhan akan datang, beliau mempersiapkan diri kepada Allah. Tidak dengan makanan, tidak dengan minuman dan tidak pula dengan perhiasan dan pakaian. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mempersiapkan dirinya dengan ketaatan, ibadah, sifat dermawan dan kemurahan hati. Beliau jika bersama Allah menjadi manusia yang sangat taat, jika bersama manusia menjadi orang yang selalu memberi dan jika bersama sahabatnya menjadi tetangganya yang selalu diperlakukan baik. Sampai-sampai Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mensifatkannya, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi apabila berada di bulan ramadhan ketika berjumpa dengan malaikat Jibril. Beliau bertemu malaikat Jibril setiap malam di bulan ramadhan, maka dia (malaikat Jibril) mengajarkannya al Qur’an. Adalah rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika bertemu malaikat Jibril, menjadi orang yang sangat dermawan dalam kebaikan hingga kedermawannya lebih cepat dari angin yang berhembus. HR. Bukhari Muslim

Demikian juga para sahabat dan para salaf ashsholeh mempersiapkan diri mereka seperti itu. Bagi mereka, bulan ramadhan adalah musim untuk mencium bau surga untuk ruh-ruh mereka, menerbangkan hati kaum muslimin hingga ke langit yang tinggi, mengangkat derajat manusia yang dahinya selalu sujud sholat, atas pemimpin-pemimpin thoghut yang zhalim.

Diriwayatkan, ada suatu kaum yang menjual seorang budak wanita kepada orang lain. Ketika menjelang bulan ramadhan, dia melihat tuannya mempersiapkan diri untuk bulan ramadhan dengan menyiapkan banyak makanan dan selainnya. Maka dia bertanya kepada tuannya sebab persiapan itu. Mereka berkaata, “ini sebagai persiapan menjemput ramadhan.” Budak wanita itu berkata, “kalian berpuasa hanya di bulan ramdhan saja? Sungguh dahulu aku berada pada tangan suatu kaum dimana hari-harinya adalah ramdhan. Pulangkanlah aku pada mereka.”

Dikatakan kepada Ahnaf Ibnu Qais rahimahullah, “sesungguhnya engkau adalah laki-laki yang sudah cukup tua. Jika engkau berpuasa, itu hanya akan melemahkanmu.” Dia berkata, “sesungguhnya aku mempersiapkan diri untuk perjalanan yang sangat jauh. Bersabar atas ketaatan kepada Allah jauh lebih ringan daripada harus bersabar atas azab-Nya.”

Juga dikatakan kepada basyar rahimahullah, “sesungguhnya ada orang-orang yang menyembah Allah dan bersungguh-sungguh dengannya hanya dilakukan di bulan ramadhan saja. Dia berkata, “ inilah seburuk-buruk kaum, mereka mengetahui rabbnya hanya di bulan ramadhan saja. Sesungguhnya seorang sholeh itu beribadah dengan sungguh-sungguh kepada rabbnya disetiap waktunya.”

Kita Bukanlah Kumpulan Ikan

Seekor ikan jika dia cerdas, dia tidak akan terpancing oleh umpan yang dililitkan pada kail-kail tukang pancing. Dia akan belajar dari nenek moyangnya bahwa kail itulah yang membinasakan nenek moyangnya dahulu. Namun karena akal selalu dikalahkan oleh hawa nafsunya, maka merekapun sering kali terjebak dalam kesalahan yang sama.

Sejatinya, kita sebagai seorang muslim bisa belajar dari ikan. Belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan sebelumnya agar tidak terulang kembali. Olehnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Seorang muslim tidak akan terjatuh dalam lubang yang sama sebanyak dua kali.” HR. Bukhari Muslim

Jadikan kesalahan-kesalahan sebagai pengalaman paling berharga sebagaimana kata pepatah experience is the best techer (Pengalaman adalah guru terbaik). Jika dahulu kita lalai, maka kali ini kita upayakan agar kesalahan itu tidak terulang kembali.

Persiapan Sebelum Ramadhan

Ada beberapa amalan yang dianjurkan oleh para ulama dalam mempersiapkan diri menjamu bulan ramadhan. Diantaranya:

1.Berdoa

Doa adalah senjata utama kaum muslimin. Memperbanyak doa kepada Allah menunjukkan kelemahan kita sebagai seorang hamba dan butuhnya kita pada pertolongan-Nya. Orang-orang yang enggan untuk berdoa kepada Allah dikatakan sebagai orang yang sombong pada-Nya sehingga balasannya adalah neraka. Allah berfirman:

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (Berdoa) akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS Ghafir 60)

Memperbanyak doa bukanlah maksiat melainkan ibadah yang dianjurkan. Oleh karena itu, kita sebagai seorang mu’min yang rindu pada ramadhan, hendaknya banyak-banyak memohon kepada Allah azza wajalla agar dipertemukan dengan bulan ramadhan. Tidak ada doa secara khusus dalam masalah ini, sehingga kita bisa berdoa dalam bentuk apa saja.

2.Memperbanyak Puasa

Di anjurkan memperbanyak puasa dalam mempersiapkan diri menjamu bulan ramdhan. Terutaman pada bulan sya’ban, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “aku tidak pernah melihat rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dia berpuasa selama sebulan penuh kecuali pada bulan ramadhan dan aku tidak pernah pula melihat ia banyak melakukan ibadah puasa kecuali pada bulan sya’ban.” HR. Bukhari Muslim.

 3.Membayar Hutang Puasa

Sebelum datangnya bulan ramadhan, hendaknya seorang muslim mulai mengingat-ngingat kembali berapa utang puasanya pada tahun yang lalu. Secara asal, ada beberapa golongan yang di bolehkan tidak berpuasa pada bulan ramadhan namun mereka tetap harus mengqadhanya (menggantinya) pada hari-hari yang lain di bulan yang lain. karena ini merupakan kewajbian, maka seorang muslim jika ia tidak menggantinya akan berdosa kepada Allah dan di akhirat kelak dia harus mempertanggung jawabakna dosanya tersebut.

4.Mempelajari Masalah-Masalah Fiqih Seputar Ramadhan

Diantara hal yang sering dilalaikan oleh kaum muslimin adalah mempelajari hukum-hukum fiqih seputar puasa ramadhan. Padahal ini memiliki efek yang sangat besar kitannya dengan puasa seseorang. Banyak hal-hal yang merupakan pembatal puasa atau perkara-perkara yang membuat puasa tidak bernilai yang tidak diketahui, begitupula beberapa amalan yang dianjurkan diperbanyak pada bulan tersebut yang bisa membuat ibadah puasanya lebih berpahala.

Wallahu a’lam bishshowab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *