Semangat Menulis Ibnu Taimiyah

  • akhwat
  • Tuesday 14 June 2016
  • Adab
  • 0

Puji syukur hanya kepada Allah subhanahu wa Ta’ala. Dialah satu-satunya Dzat yang berhak menerima segala pujian dan ungkapan syukur. Karunia dan rahmat-Nya telah banyak kita nikmati, hidayah dan inayah-Nya telah banyak kita rasakan. Kesyukuran hakiki hanya dapat diwujudkan dalam bentuk kesiapan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Tanpa itu maka kita termasuk orang-orang yang ingkar nikmat.   

Salam dan shalawat kita sampaikan dan kirimkan kepada Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah memperjuangkan agama Islam diwaktu siang dan malam, dikala sempit dan lapang. Beliau mendakwahkan Islam tanpa mengenal ruang dan waktu.

Nama lengkapnya adalah Abul ‘Abbas Ahmad bin Abdul Halim Al Harroni, akan tetapi beliau terkenal dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, beliau adalah orang yang sudah sangat ma’ruf dengan karya-karya tulisnya. Beliau ternyata adalah orang yang gemar menjaga waktunya dalam hal yang bermanfaat, terutama dalam menulis, sampai karyanya mencapai 500 jilid dan ada yang katakan bahwa karya beliau sebenarnya tidak bisa dihitung banyaknya. Berikut sedikit tentang kisah beliau.

Ibnu Taimiyah adalah orang yang tidak pernah melalaikan sedikit pun dari waktunya. Beliau selalu sibukkan waktunya dengan belajar, menulis atau ibadah. Kalau mau dihitung hasil karyanya, ada ratusan yang sulit sekali dihitung, bahkan beliau sendiri sukar untuk menghitungnya.

Ibnu Syakir Al Katbiy berkata, “Karya beliau telah mencapai 300 jilid. Adz Dzahabi berkata bahwa karya Ibnu Taimiyah sampai saat ini telah mencapai 500 jilid.”

Ibnul Qayyim berkata, “Aku telah menyaksikan bagaimana kuatnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam mengikuti sunnah, dalam berbicara, dalam berjalan dan dalam menulis. Semua itu sangat menakjubkan. Dalam sehari beliau bisa menulis sebagaimana seseorang yang cuma sekedar menyalin (copy-paste) yang menghabiskan waktu satu Jum’at (satu minggu) atau lebih dari itu.”

Al ‘Allamah Ibnu Rajab Al Hambali berkata, “Adapun karya tulis beliau, maka sungguh teramat banyak hingga tersebar di berbagai penjuru negeri. Tidak ada seorang pun bisa menghitungnya.” (Dinukil dari Sholahul Ummah fii ‘Uluwwil Himmah, 4: 172-173)

Faedah dari perkataan murid Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam Madarijus Salikin (3: 129-130), di mana beliau berkata,

وإذا أراد الله بالعبد خيرا أعانه بالوقت وجعل وقته مساعدا له وإذا أراد  به شرا جعل وقته عليه وناكده وقته فكلما أراد التأهب للمسير لم يساعده الوقت والأول كلما همت نفسه بالقعود أقامه الوقت وساعده

“Jika Allah subhanahu wa Ta’ala menghendaki kebaikan pada seseorang, maka Allah subhanahu wa Ta’ala akan menolongnya untuk memanfaatkan waktu dengan baik, waktu tersebut yang akan menolongnya. Sebaliknya, jika Allah subhanahu wa Ta’ala menghendaki kejelekan, maka waktunya malah jadi celaka untuk dirinya. Waktu tersebut akan merintangi dan tidak akan menolongnya. Jadi, kalau ia punya semangat yang kuat untuk memanfaatkan waktu dalam kebaikan, waktu tersebut akan mendukung dan menolongnya.”

Semoga dengan materi ini dapat menambah kembali semangat kita untuk memanfaatkan waktu dalam kebaikan dan senantiasa meminta pertolongan dari Allah subhanahu wa Ta’ala, serta mampu meneladani akhlak yang dimilki oleh Ibnu Taimiyah. Aamin.

Wallahu ‘alam

Sumber: www.Rumaysho.com

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *