SEMBAHLAH RABB KALIAN!

  • ikhwah
  • Tuesday 18 October 2016
  • Aqidah
  • 0

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillah, as-sholatu was salamu ‘ala man la nabiyya ba’dah. Amma ba’d.

Segala puji bagi Allah semesta alam, shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,.Para pembaca yang budiman, menuntut ilmu agama adalah sebuah tugas yang sangat mulia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka Allah akan pahamkan dia dalam hal agamanya.” (HR. Bukhari).

Oleh sebab itu sudah semestinya kita berupaya sebaik-baiknya dalam menimba ilmu yang mulia ini. Namun agar bisa meraih apa yang kita idam-idamkan,tentunya kita perlu keseriusan dan ketekunan agar ilmu yang kita peroleh membuahkan barokah, menebarkan rahmah dan bukannya malah menebarkan fitnah terutama antara kaum muslimin. Wallaahul musta’am

Insyaallah kedepannya setiap hari Rabu kita akan membahas Buku Saku Aqidah yang berjudul SEMBAHLAH RABB KALIAN! yang ditulis oleh Ari Wahyudi dan diterbitkan oleh Al Mubarok.Wisma Al-Mubarok, Ngebel RT 07.Barat Asrama Putri UMY,Gang Ke-2 Setelah SD Ngebel.Tamantirto Kasihan Bantul. Setiap pekan kami akan membahasan beberapa bab dalam buku ini yang akan bersambung ke pekan selanjutnya sampai Tamat.

BAB 1

Perintah Pertama

       Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian; yaitu yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa. Dzat yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap serta yang menurunkan dari langit air [hujan] maka Allah keluarkan dengan sebab air itu berbagai buah-buahan sebagai rizki untuk kalian. Oleh sebab itu janganlah kalian menjadikan bagi Allah tandingan-tandingan, sementara kalian mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 21-22)

Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah menerangkan, bahwa kedua ayat ini mengandung perintah pertama yang Allah perintahkan di dalam mushaf al-Qur’an; yaitu perintah untuk beribadah kepada Allah yang ini merupakan perintah paling agung dan di dalam ayat itu juga terdapat larangan pertama yang Allah sebutkan di dalam mushaf , yaitu : larangan berbuat syirik kepada Allah dan menjadikan tandingan bagi-Nya yang ini merupakan larangan terbesar. Di dalam kedua ayat ini juga terkandung pengharusan kepada manusia untuk bertauhid uluhiyah, yaitu ; beribadah kepada Allah dan meninggalkan segala sesembahan selain-Nya (lihat dalam Min Kunuz al-Qur’an al-Karim, di dalam Kutub wa Rasa’il Abdil Mu-hsin, 1/163)

Dalam kalimat ‘sembahlah Rabb kalian’ dan ‘janganlah kalian menjadikan bagi Allah tandingan-tandingan’ terkandung makna yang sama dengan kalimat tauhid لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (laa ilaha illallah). Kalimat ‘laa ilaha’ berisi penolakan ibadah kepada selain Allah, sedangkan kalimat ‘illallah’ berisi penetapan bahwa Allah semata yang wajib disembah.

Di dalam kedua ayat di atas juga terkandung penetapan tauhid rububiyah, yaitu; keyakinan bahwa Allah adalah pencipta manusia, yang menciptakan langit dan bumi serta menurunkan air hujan lalu menumbuhkan tanam-tanaman dan buah-buahan sebagai rizki untuk mereka. Di dalamnya terkandung pelajaran yaitu wajibnya mengesakan Allah dalam ibadah sebagaimana mereka telah mengakui Allah maha esa dalam hal mencipta dan mengatur alam semesta.

Inilah yang biasa dikenal dengan istilah ‘tauhid rububiyah menjadi dalil atas tauhid uluhiyah’. Sebagaimana tidak ada pencipta selain Allah, maka demikian pula tidak ada yang boleh diibadahi dan disem-bah kecuali Allah semata. Metode semacam ini sering dijumpai di dalam al-Qur’an. Wallahu A’lam

Sumber : al-mubarok.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *