Sirah : Abu Bakar Ash-Shiddiq

bismillah

Assalamu alaykum wa rahmatullah wa barakatuh.

Alhamdulillahi robbil alamin. Assholatu wassalamu ala roshulillah.

Segala puji kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala atas karunia,rahmat,serta nikmat yang berlimpah hingga kita masih menghirup nafas dan merasakan nikmat iman dan islam hingga detik ini. Serta shalawat kita sampaikan untuk Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wa sallam yanng telah memberikan,menuntun,mendidik,dan menjadi suri teladan bagi kita di dunia hingga kita bisa merasakan nikmat islam dan menjadi penerus beliau dalam mendakwahkan islam sebagai agama yang rahmatan lil alamain.

Para sahabat yang dimuliakan oleh Allah,di kesempatan ini kami ingin mengangkat kisah seorang sahabat yang dikenal sebagai sahabat yang jujur,dermawan,ulet,sabar,dan tentunya berperan penting dalam penyebaran islam di zaman Rasulullah shollallahu awalihi wa sallam,Abu Bakar Ash-shiddiq.

Nama asli dari Abu Bakar Ash-Shiddi sendiri ialah Abdullah bin Abu Quhafah-Usman-bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr Al-Quraisy at-Taimi. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam pada kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai,kakek beliau yang keenam.

Ibu beliau bernama Ummu Al-Khair binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Ayah beliau diberi Kuniyah (sebutan/panggilan) Abu Uhafah.

Beliau memiliki wajah yang tampan hingga dijuluku Atiq. Beliau mendapat  gelar Ash-Shiddiq karena beliau selalu membenarkan apa yang diberitakan oleh Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam.

Beliau radiyallahu anhu dilahirkan 2 tahun lebih beberapa bulan setelah kelahiran Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam. Tumbuh di kota Mekkah. Beliau tidak meninggalkan Mekkah kecuali untuk keperluan berdagang. Beliau termasuk penghulu suku Quraisy dan ahlu syura di antara mereka pada zaman jahiliyah. Pada zaman jahiliyah,beliau dikenal sebagai orang yang meninggalkan khamr. Beliau ditanya,”apakah engkau meminum khamr?”,beliau menjawab,”audzubillah”,kemudian beliau ditanya lagi,”kenapa?”,beliau menjawab,”aku menjaga dan memelihara muruahku(kehormatanku). Apabila aku minum khamr maka,hal itu akan menghilangkan kehormantan dan muruahku.”

Abu Bakar Ash-shiddiq memiliki tubuh kurus,kulitnya putih. Aisyah Radiyallahu  anha menjelaskan,”Beliau berkulit putih,kurus,tipis kedua pelipisnya,kecil pinggangnya,wajahnya selalu berkeringat,hitam warna matanya,berkening lebar,tidak bisa bersaja’ dan selalu mewarnai jenggotnya dengan innai atau pun katam.” Dan akhlak beliau dikenal dengan kebaikan,keberanian,kokoh pendirian,memiliki ide-ide cemerlang  dalam keadaan genting,banyak toleransi,sabar,memiliki tekad yang kuat,faqih,sangat paham dengan garis keturunan Arab dan berita-berita mereka,sangat bertawakkal kepada Allah dan yakin kepada segala janji-Nya,bersifat wara’ dan menjauhi syubhat,zuhud terhadap dunia,selalu berharap apa yang lebih baik dari Allah,lembut,dan ramah. Semoga Allah meridhoi beliau.

 

Kisah Keislaman Beliau

Beliau adalah laki-laki yang pertama memeluk Islam.  Ali yang pertama masuk Islam dari golongan anak-anak,kemudian Zaid bin Haritsah yang pertama kali memeluk islam dari kalangan budak. Keislaman Abu Bakar membawa manfaat yang besar bagi kaum muslimin karena kedudukan beliau yang tinggi serta semangat dan kesungguhannya dalam berdakwah. Melalui keislamannya,tokoh-tokoh besar seperti Abdurrahman bin Auf,Sa’ad bin Waqqas,Usman bin Affan, Zubair bin Ubaidillah Rhodyallahu anhuma ikut masuk islam.

Di awal keislaman,beliau menginfakkan 40 ribu dirham di jalan Allah,memerdekakan budak-budak yang disiksa karena keislamannya seperti Bilal rhodiyallahu anhu. Beliau juga mengikuti seluruh peperangan yang diikuti oleh Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam baik perang Badar,Uhud,Khandaq,penaklukkan kota  Mekkah,Hunain,dan peperangan di Tabuk.

Keutamaan beliau  sangat banyak dan telah diuat dalam kitab-kitab sunnah,kitab tarajim (biografi para tokoh),maupun kitab-kitab tarikh. Salah satu yang diringkas oleh Doktor Muhammad as-Sayyid al-Wakil dalam kitabnya “Jaulah Tarikhiyah fi’asri al-khulafa ar-rasyidin” :

Para ulama Ahlussunnah waljamaah berijma bahwa manusia yang paling mulia setelah Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam adalah Abu Bakar as-Shiddiq,kemudian Umar bin Khattab,kemudian Usman bin Affan,Kemudian Ali bin  Abi Thalib,kemudian 10 sahabat yang dikabarkan masuk surga,kemudian seluruh sahabat yang ikut serta dalam perang Badar,kemudia para shabat yang mengikuti perang Uhud,kemudian para sahabat yang mengikuti Ba’iat Ridwan (ahlu bai’at),kemudian para sahabat lainnya yang tidak termasuk sebelumnya.

Masa Kekhalifahan Beliau

Al-Bukhari meriwatkan dari Aisyah radiyallahu anha,ketika Rasulullah wafat,Abu bakar datang menunggang kuda dari rumah beliau yang berada di daerah Sunh. Beliau turun dari kudanya,kemudian masuk ke masjid. Belia tidak mengajak seorang pun untuk berbicara  sampai akhirnya masuk ke dalam rumah Aisyah. Abu Bakar menyingkap wajah Rasulullah yang ditutupi kain kemudian mengecup keningnya. Beliau pun menangis lalu berkata,” Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu,Allah tidak akan menghimpun dua kematian pada dirimu. Ada pun kematian yang telah ditetapkan pada dirimu,berarti engkau memang sudah meninggal.” Kemudian Beliau keluar dan Umar sedang berbicara di hadapan orang-orang. Maka,Abu Bakar berkata,”duduklah wahai Umar!” Namun Umar enggan untuk duduk. Maka,orang-orang menghampiri Abu bakar dan meninggalkan Umar. Abu Bakar berkata,”Amma ba’du,barang siapa di atnara kalian ada yang menyembah Muhammad,maka sesungguhnya Muhammad telah mati. Kalau kalian menyembah Allah,maka sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Allah berfirman: “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul,sungguh berlalu sebelumya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang,maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sekali pun. Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” ( Q.S. Ali Imran :144).

Wafatnya Beliau

Menurut para ulama ahli,Abu bakar meninggal dunia pada senin malam,tepatnya antara waktu maghrib dan isya tanggal 8 Jumadil awal 13 Hijriah pad ausia 63 tahun. Beliau berwasiat agar jenazahnya dimandikan oleh Asma binti Umais,istri beliau. Kemudian Beliau dimakamkan di samping makam Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam. Umar menyholati jenazah beliau  di antara makam Rasulullah dan mimbar (ar-Raudhah). Sedangkan yang turun langsung ke dalam liang lahat adalah putranya yang bernama Abdurrahman bin Abu Bakar,Umar,Utsman,dan Thalhah bin Ubaidillah.

 

Mungkin cukup sekian sirah sahabat mulia,Abu Bakar As-shiddiq. Semoga dari kisah beliau dapa tkita ambil makna,hikmah,pelajaran,serta dapat meningkatkan ketaqwaan,dan keimanan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semoga beliau senantiasa diridhoi oleh Allah. Mari kita teruskan perjuangan beliau dalam berdakwah dan meneruskan perjuangan Rasulullah. Wassalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *