Terlupakan, 5 alat kuno ini dulu jadi senjata manusia temukan waktu

  • adminkd
  • Wednesday 30 September 2015
  • Uncategorized
  • 0

terlupakan-5-alat-kuno-ini-dulu-jadi-senjata-manusia-temukan-waktu

Apa yang akan terjadi pada manusia bila tidak ada kalender dan jam? Tentu akan sangat sulit menentukan kapan harus melakukan hal-hal penting di hidup kita dengan tepat dan teratur.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya kapan manusia mulai mengenal waktu? Jawabannya ada di lima teknologi kuno ini.

1.Warren Field
Jauh sebelum bangsa Mesir membuat kalender, ternyata bangsa Skotlandia kuno sudah membuat sebuah alat untuk mengetahui waktu berbentuk beberapa lubang yang terdapat pada sebuah tanah lapang, atau yang kini dikenal sebagai ‘Warren Field’.

Sejatinya, Warren Field bisa disebut sebagai sebuah kalender bulan, karena cara kerjanya menggunakan sinar bulan. Kalender ini terdiri dari 12 lubang di tanah sepanjang 54 meter, yang setiap lubangnya telah disesuaikan dengan siklus bulanan bulan.

Hebatnya, sistem kalender Warren Field dibuat tahun 8000 sebelum masehi, 5000 tahun lebih tua dari kalender di Timur Tengah, dan 6000 tahun lebih tua dari situs batu ‘Stonehenge’. Tidak ilmuwan menyebutnya sebagai awal kemunculan waktu di peradapan manusia.

 

2.Kalender dinding al-Khujandi

Ahli astronomi asal daerah Tajikistan, Timur Tengah, yang kini menjadi bagian Afganistan, bernama Abu Mahmud Hamid ibn al-Khidr al-Khujandi di abad ke-9 membangun sebuah kalender dinding raksasa bernama al-suds al-Fakhri.

Sekilas, alat ini mirip lorong kecil aneh sepanjang 43 meter yang di tengahnya terdapat dua buah pembatas berbentuk busur dengan kemiringan hingga 60 derajat.

Namun jangan salah, tepat di ats lorong tersebut ada beberapa lubang yang bila terkena sinar matahari langsung menyorotkan sinar di dinding lorong. Nah, dengan membandingkannya dengan busur batu yang sudah dibagi 360 bagian, lorong tersebut bisa menjadi kalender matahari yang sangat akurat. Bahkan, al-suds al-Fakhri juga disebut sebagai alat astronomi kuno terbesar di Timur Tengah.

 

3.Jam matahari Mesir
Jam matahari atau sundial tertua di dunia ditemukan di Mesir dan berasal dari tahun 1550 dan 1070 sebelum masehi.

Bentuk dari jam-jam matahari Mesir cukup sederhana, hanya berupa lempengan batu kapur yang bagian atasnya digambar setengah lingkaran. Layaknya jam modern, gambar setengah lingkaran itu dibagi menjadi 12 bagian yang menandakan 12 jam waktu siang.

Menariknya, sundial oleh bangsa Mesir dipakai untuk mencatat waktu kerja di siang hari yang juga menjadi perwakilan dari pergerakan dewa Matahari dan perjalanannya melewati dunia bawah (neraka) di malam hari.

 

4. 13 Menara Chankillo
Mungkin menara Chankillo di Peru ini adalah situs astronomi paling rumit yang pernah diteliti oleh ilmuwan. Awalnya, 13 menara yang berjajar di jalur lurus sepanjang 300 meter ini adalah sebuah benteng. Namun, lokasinya yang tidak strategis membuat teori itu ditolak.

Ilmuwan baru mendapat pencerahan setelah menyadari bila salah satu dari menara itu sejajar dengan arah matahari terbit saat titik balik matahari. Barulah ilmuwan sadar bila 13 menara itu adalah menara pengamatan gerakan matahari. Bahkan yang tertua di benua Amerika.

Sayangnya, sampai saat ini ilmuwan tidak tahu siapa yang membangun menara berumur 2.300 tahun tersebut. Ilmuwan hanya bisa memprediksi bila suku Inca lah membangunnya, meskipun data tertua suku Inca hanya diketahui dari masa 1000 tahun lalu.

 

5.Bola Armillary
Bentuk alat astronomi kuno ini mirip sebuah bola dunia yang dikelilingi oleh beberapa cincin. Alat ini juga disebut sebagai alat andalan Ptolemy (Claudius Ptolemaeus), ahli geografi dan astronomi asal Romawi.

Ptolemy sendiri adalah pengarang beberapa risalah ilmiah, tiga di antaranya kemudian memainkan peranan penting dalam keilmuwan Islam dan Eropa. Hal itu pun terlihat dari bola Armillary yang digunakannya.

Ya, bola Armillary sejak lama disebut sebagai teknologi navigasi dan penanda waktu yang lahir dari dunia Islam dan Yunani. Meskipun dari beberapa data penelitian, bola Armillary dibuat oleh seorang ahli astronomi Yunani bernama Eratosthenes yang hidup sekitar 276-194 tahun sebelum masehi sebagai penemu dari Armillary.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *